KH Muchtar …

  •  

     
     
    Memahami al-Quran atau Hadis butuh ilmu yg lengkap dan dalam.Satu contoh kata dharaba,sering diartikan hanya memukul,jadi kalau menterjemahkan kata dharaba hanya memukul saja,assosiasinya dengan tongkat atau kayu atau pedang.Jika orang sdh mempelajari “‘Ilmu al-Wujuh wa al-Nadzair,dia akan menemukan bahwa dharaba kadang berarti memberi,menyampaikan , tetapi orang yg ilmunya segitu-gitunya dharaba itu hanya diartikan memukul,jadi Islam itu kejam,apalagi yg menulisnya memang niat jahat.Jadi sahabat-sahabat muslim yg niat baik,belajarlah ‘Ilmu al-Wujuh wa al-Nadzair” nanti akan menemukan kata al-khair pada ayat ini berbeda dg al-khair pada ayat yg lain,al-huda pada ayat ini berbeda dengan ayat yg lain demikian juga al-taqwa.Apalagi kalau sahabat-sahabat naikkan ilmunya pada “Tarikh al-Lughah”=Sejarah bahasa akan dpt memperluas pengertian.Seperti syariah atau syariat,dulu begitu anti orang kpd istilah syariat,sekarang non muslim juga membangun bank syariah.Syariah berarti “air yg banyak dan bersih,mengalir kesatu titik dan membersihkan seluruh kotoran yg dilaluinya.Waktu di Parlemen,hanya 15 % yg pro syariah,85 % anti syariah.Yg paling ditakuti non Muslim jika ummat Islam menegakkan syariat,Mereka lebh takut dari pada ummat Islam sendiri.Kalau syariat ditegakkan seperti air itu.Nil dulu disebut syariat Nil,demikian juga Eufrat Syariat Eufrat.Demikian juga berkah,aslinya dari birkah,artinya kolam air dirumah,yg tenang,tdk pernah kebanjiran,gempa,kebakaran,sehingga rumah tangga yg berkah,negara yg berkah seperti kolam yg tenang…….
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s