<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Majalah Madina</title>
	<atom:link href="http://majalahmadina.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majalahmadina.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Apr 2012 03:16:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='majalahmadina.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Majalah Madina</title>
		<link>http://majalahmadina.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://majalahmadina.wordpress.com/osd.xml" title="Majalah Madina" />
	<atom:link rel='hub' href='http://majalahmadina.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Temuan Batu Purbakala Tinggalan Peradaban Nusantara Kuno di Boyolali</title>
		<link>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/04/04/temuan-batu-purbakala-tinggalan-peradaban-nusantara-kuno-di-boyolali/</link>
		<comments>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/04/04/temuan-batu-purbakala-tinggalan-peradaban-nusantara-kuno-di-boyolali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 03:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Samantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahmadina.wordpress.com/2012/04/04/temuan-batu-purbakala-tinggalan-peradaban-nusantara-kuno-di-boyolali/</guid>
		<description><![CDATA[BATU PURBAKALA-Temuan batu di Kampung Watutelenan, Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali Kota, masih menarik perhatian masyarakat untuk melihat secara langsung, Senin (2/4/2012). (Espos/Yusmei Sawitri)   BOYOLALI–Temuan batu di Kampung Watutelenan, Kelurahan Pulisen, Boyolali, dinyatakan sebagai warisan cagar budaya. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah di Prambanan menyatakan batu tersebut kemungkinan adalah calon ambang pintu candi &#8230; <a href="http://majalahmadina.wordpress.com/2012/04/04/temuan-batu-purbakala-tinggalan-peradaban-nusantara-kuno-di-boyolali/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=579&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://images.solopos.com/2012/04/batu.jpg"><img class="alignleft" title="batu" src="http://images.solopos.com/2012/04/batu-370x277.jpg" alt="" width="370" height="277" /></a></p>
<p>BATU PURBAKALA-Temuan batu di Kampung Watutelenan, Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali Kota, masih menarik perhatian masyarakat untuk melihat secara langsung, Senin (2/4/2012). (Espos/Yusmei Sawitri)</p>
<p> </p>
<p><strong>BOYOLALI</strong>–Temuan batu di Kampung Watutelenan, Kelurahan Pulisen, Boyolali, dinyatakan sebagai warisan cagar budaya. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah di Prambanan menyatakan batu tersebut kemungkinan adalah calon ambang pintu candi bagian kala.</p>
<p><span id="more-579"></span></p>
<p>Staf perlindungan BP3, Junawan, mengatakan dari penelitian yang dilakukan Jumat (30/3/2012) pekan lalu, BP3 telah membuat kesimpulan sementara. Mereka menduga batu yang ditemukan di lahan warga Watutelenan itu adalah sebuah batu alam besar yang saat itu dibentuk sebagai calon ambang pintu candi bagian kala. Namun baru itu belum selesai dibentuk.</p>
<p>Menurut Junawan penemuan tersebut tergolong langka. Selama ini jarang ditemukan batu dengan bentuk ambang pintu candi. ”Yang sering ditemukan adalah bagian dari candi. Tapi kalau bagian dari ambang pintu jarang ditemukan. Tapi baru itu belum selesai pembuatannya. Kami tidak tahu alasan mengapa belum selesai dibentuk. Tapi ini sudah bisa dikategorikan sebagai benda warisan cagar budaya,” kata Junawan, ketika dihubungi Solopos.com, Senin (2/4/2012).</p>
<p>Jumawan mengaku pihaknya belum bisa menentukan umur dari baru tersebut. Untuk mengetahuinya, perlu penelitian lebih lanjut. Saat meneliti langsung baru tersebut, dia tidak menemukan petunjuk yang mengarah ke umur atau pada periode apa batu tersebut dibuat. Pihak BP3 akan menginventaris batu tersebut sebagai benda purbakala bergerak.</p>
<p>Menurutnya, ada kemungkinan di sekitar tempat penemuan batu tersebut ada benda-benda serupa. Namun BP3 sulit menentukan radiusnya. Bisa saja di kampung Watutelenan itu dulunya hanya tempat pembuatan bagian candi, sedangkan lokasi candinya berada di tempat lain.</p>
<p>”Terkait keberadaan batu tersebut, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan juga pemilik lahan. Yang terpenting batu itu harus dijaga jangan sampai terjadi pengerusakan,” tegas Junawan.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Boyolali, Sugiyanto, mengatakan sejak semula pihaknya meyakini batu temuan di Watutelenan itu bernilai sejarah. Namun kewenangan untuk penentuan status ada di tangan BP3.   ”Koordinasi keamanan sudah kami lakukan dengan pihak kepolisian. Jika nantinya batu tersebut mau dibawa BP3 juga tidak masalah,” tegas Sugiyanto.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, sekitar sepekan lalu warga Watutelenan menemukan batu yang diduga benda purbakala. Batu tersebut berbentuk unik dengan ukuran lebar 1,5 meter dan tinggi juga 1,5 meter.  Disparbud Boyolali kemudian menghubungi BP3 untuk melaporkan penemuan tersebut. Lima hari setelah penemuan, BP3 mengirimkan petugas untuk meneliti langsung keberadaan batu tersebut</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majalahmadina.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majalahmadina.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majalahmadina.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majalahmadina.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majalahmadina.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majalahmadina.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majalahmadina.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majalahmadina.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majalahmadina.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majalahmadina.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majalahmadina.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majalahmadina.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majalahmadina.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majalahmadina.wordpress.com/579/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=579&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/04/04/temuan-batu-purbakala-tinggalan-peradaban-nusantara-kuno-di-boyolali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.solopos.com/2012/04/batu-370x277.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kini Piramida Gunung Padang Diteliti Tim Terpadu Lintas Ahli</title>
		<link>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/31/kini-piramida-gunung-padang-diteliti-tim-terpadu-lintas-ahli/</link>
		<comments>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/31/kini-piramida-gunung-padang-diteliti-tim-terpadu-lintas-ahli/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 09:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Samantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/31/kini-piramida-gunung-padang-diteliti-tim-terpadu-lintas-ahli/</guid>
		<description><![CDATA[Kini Piramida Gunung Padang Diteliti Tim Terpadu Lintas AhliSabtu, 31 Maret 2012 , 12:13:00 WIB Laporan: Teguh Santosa   RMOL. Hasil rembug para ahli yang dilakukan di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas) hari Kamis lalu (29/3) antara lain memutuskan pembentukan tim terpadu lintas ahli untuk meneliti lebih lanjut piramida Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Hal &#8230; <a href="http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/31/kini-piramida-gunung-padang-diteliti-tim-terpadu-lintas-ahli/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=578&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:x-large;">Kini Piramida Gunung Padang Diteliti Tim Terpadu Lintas Ahli</span><br /><span style="color:#009900;font-size:small;">Sabtu, 31 Maret 2012 , 12:13:00 WIB</span></p>
<div align="left"><span style="color:blue;">Laporan: Teguh Santosa</span></div>
<table cellspacing="10" cellpadding="10" align="right">
<tbody>
<tr>
<td> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>RMOL.</strong> Hasil rembug para ahli yang dilakukan di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas) hari Kamis lalu (29/3) antara lain memutuskan pembentukan tim terpadu lintas ahli untuk meneliti lebih lanjut piramida Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat.</p>
<p>Hal itu disampaikan salah seorang peneliti yang juga Asisten Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) DR. Didit Ontowriyo kepada <strong>Rakyat Merdeka Online</strong>, Sabtu siang (31/3).</p>
<p><span id="more-578"></span>Didit juga membantah berita di harian <em>Kompas</em> edisi hari ini yang disebutnya cukup manipulatif karena menyatakan bawa pertemuan di Puslit Arkenas itu menjadi antiklimaks.</p>
<p>&#8220;Pertemuan di Puslit Arkenas sangat positif karena terjadi pertukaran pengetahuan dan pandangan dari bidang ilmu masing-masing. Namun para peserta terutama yang berbasis ilmu sosial masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan revolusi teknologi di dalam ilmu arkeologi,&#8221; ujar Didit.</p>
<p>&#8220;Arkeolog senior di Indonesia sekalipun belum beradaptasi dengan revolusi tersebut. Termasuk geolog senior seperti Sujatmiko sekalipun,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Menurut Didit, banyak arkeolog Indonesia yang menyandarkan pengetahuan dan penemuan mereka pada karya Thomas Raffles, Gubernur Inggris yang berkuasa di Nusantara antara 1811 hingga 1816, atau karya-karya arkeolog asing lainnya.</p>
<p>Sementara penemuan masyarakat awam yang biasanya dilakukan tanpa sengaja, misalnya saat mencangkul sawah, selalu diabaikan.</p>
<p>&#8220;Selama ini <em>mind set</em> itu mendominasi para arkeolog sehingga saat Tim Katastropik Purba memaparkan hasil riset yang tidak lumrah terjadi perdebatan bahkan penolakan. Hal itu terjadi karena metode baru ini belum menjadi metode arkeologi Indonesia,&#8221; masih katanya.</p>
<p>Didit juga mengatakan, banyak para ahli di negara-negara maju yang sudah mencari peninggalan-peninggalan bersejarah di bawah lapisan bumi. <strong>[guh]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majalahmadina.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majalahmadina.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majalahmadina.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majalahmadina.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majalahmadina.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majalahmadina.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majalahmadina.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majalahmadina.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majalahmadina.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majalahmadina.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majalahmadina.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majalahmadina.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majalahmadina.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majalahmadina.wordpress.com/578/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=578&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/31/kini-piramida-gunung-padang-diteliti-tim-terpadu-lintas-ahli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tenggelamnya Kerajaan Kresna “Dwaraka”</title>
		<link>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/tenggelamnya-kerajaan-kresna-dwaraka-2/</link>
		<comments>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/tenggelamnya-kerajaan-kresna-dwaraka-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 03:52:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Samantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/tenggelamnya-kerajaan-kresna-dwaraka-2/</guid>
		<description><![CDATA[. Rafie Sagitarius Tenggelamnya Kerajaan Kresna “Dwaraka” Bila membaca judul tulisan ini, saya yakin anda agak ragu, bahkan mungkin tidak percaya. Apa mungkin 15.000 tahun SM, ada perang nuklir dan peradaban manusia sudah demikian tinggi ? Padahal, teknologi nuklir merupakan teknologi hi-tech yang dikerjakan oleh para ahli fisika. Kesalahan kecil yang terjadi pada peralatan atau &#8230; <a href="http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/tenggelamnya-kerajaan-kresna-dwaraka-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=577&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul id="home_stream">
<li id="stream_story_4f5abbb227de41a91510456">
<div>.
<div><a id="js_3" href="http://www.facebook.com/khairudin.fals">Rafie Sagitarius</a></div>
<h6><strong>Tenggelamnya Kerajaan Kresna “Dwaraka”</strong></p>
<p>Bila membaca judul tulisan ini, saya yakin anda agak ragu, bahkan mungkin tidak percaya. Apa mungkin 15.000 tahun SM, ada perang nuklir dan peradaban manusia sudah demikian tinggi ? Padahal, teknologi nuklir merupakan teknologi hi-tech yang dikerjakan oleh para ahli fisika. Kesalahan kecil yang terjadi pada peralatan atau prosesnya dapat menjadi bencana, penebar maut. Seperti kebocoran di reaktor nuklir Chernobyl milik Rusia yang menelan banyak korban jiwa karena radiasi radio aktif.</h6>
<h6><span style="font-size:14px;line-height:19px;"><span id="more-577"></span></span><br />Ada kabar menarik dari arkeolog India. Ditemukan sejumlah bukti yang menunjukkan di India diduga pernah terjadi 2 perang besar yang menggunakan senjata pemusnah massal. Penelitian dilakukan oleh oleh Michael Cremo tahun 2003, arkeolog senior dari AS. Selama 8 tahun, penganut agama Hindu ini meneliti narasumber dari kitab suci Weda dan Jain, yang ditulis pendeta Walmiki, ribuan tahun lalu. Cremo tertarik menginvestigasi dan mendalami 2 kitab suci tsb. Ia menemukan nama2 yang tertera di kitab tsb ada di India. Ditemani tim dan rekannya, Dr.Rao C.S, arkeolog terkemuka India, ia meneliti dengan perangkat canggih “penjejak waktu” ( thermoluminenscence dating method ) untuk setiap obyek. Dengan karbon radio isotop, keakuratan umur objek mampu dijejak hingga miliaran tahun ke belakang. Kitab Weda ternyata bisa menjadi nara sumber akurat, mengungkap kisah2 sebenarnya beribu tahun lalu. Tak semata kitab suci.</p>
<p>Mereka mencoba mengupas isi kisah Mahabarata, dari awal kejadian hingga perang Bharatayudha, ditandai berakhirnya perjalanan keluarga Bharata. Mereka yang berperang, berasal dari keturunan Pandu dan Destrarata, 2 bersaudara. Dr.Rao meneliti bukti2 sejarah di lautan, di teluk Gujarat, untuk mengungkap bukti keberadaan Kerajaan Dwaraka. Istana Sri Krisna, otak penggalang strategis dari pihak Pandawa. Konon, kerajaan ini musnah ditelan gelombang laut tahun 1443 SM, setelah perang Bharatayudha tahun 1478 SM.</p>
<p>Michael Cremo mengadakan penelitian di daratan, diantaranya ; Indraprasta, Hastinapura, dan padang Khurusethra, bekas perang itu terjadi. Seperti diketahui, Indraprasta merupakan tempat bermukim keluarga Pandawa di awal perjuangan merebut Hastina. Khurusethra adalah bekas pertempuran dahsyat keluarga Bharata. Para ahli menemukan banyak bukti yang mengejutkan. Tanah tegalan luas itu ternyata tak ditumbuhi tanaman apa pun, karena tercemar radio aktif. Pada puing2 bangunan atau sisa2 tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo Daro tercemar residu radio aktif yang cukup pekat.</p>
<p>Menurut Dr.Indrajit, ahli termonuklir, hal ini terjadi diduga akibat radiasi ledakan termonuklir skala besar dalam peperangan tersebut. Jelasnya ternukil dalam kalimat Weda yang diterjemahkan bebas seperti ini,”Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana ( wahana mirip mirip terbang ), mendarat di tengah air, lalu mengangkat gendewa dan meluncurkan sebatang anak panah. Semacam senjata mirip rudal/ roket, yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang bersinar terang di atas wilayah musuh. Curahannya seperti hujan lebat yang deras, mengepung musuh dengan kekuatan dahsyat. Setelah panah itu tiba pada sasarannya, dalam sekejap sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk seperti cendawan raksasa merekah di atas wilayah kurawa. Angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup wuuus .. wuuus, disertai debu pasir. Burung2 bercicit panik seolah olah langit runtuh dan bumi gonjang ganjing. Sementara itu di atas langit, matahari seolah-olah bergoyang, panas membara memancarkan udara mengerikan, membuat bumi berguncang, dan gunung2 bergoyang.”</p>
<p>“Di kawasan darat yang luas, binatang2 mati terbakar dan berubah bentuk. Air sungai kering kerontang, ikan, udang dan hewan laut lainnya, semuanya mati. Saat panah ( roket ? ) meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh berjatuhan bagaikan batang pohon yang terbakar hangus. Akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna tsb, tercipta badai api, diikuti ledakan dahsyat yang memancarkan debu beracun ( radio aktif ? ).”</p>
<p>Untuk memperluas dan memperdalam penelitian ini, Unicef dan NASA membantu pemotretan dengan citra lansat satelit. Dari hasil riset dan pemotretan yang difokuskan di hulu sungai Gangga, para arkeolog menemukan banyak sisa puing bangunan yang telah menjadi batu hangus. Batu besar reruntuhan ini ketika dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Ketika dicoba melebur bebatuan tsb, ternyata dibutuhkan suhu minimal 1.800 derajat celcius ! Batu biasa dalam keadaan normal tak mencapai suhu ini. Pada benda2 terkena radiasi nuklir, baru bisa mencapai suhu yang demikian tinggi. Di pedalaman hutan primitif India, peneliti juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus.</p>
<p>Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batu dalam bangunan juga telah dikacalisasi. Para peneliti heran, selain di India, batu radiasi juga ditemukan di bekas Kerajaan Babilonia Kuno, Gurun Sahara dan Gurun Gobi di Mongolia. Bukti reruntuhan perang nuklir prasejarah, derajat radiasi masih terekam meski kejadiannya ribuan tahun SM ( Sebelum Masehi ). Batu kaca pada reruntuhan tsb, semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini. Diduga kuat perang Bharatayudha adalah perang nuklir yang terjadi antara 30.000 – 15.000 SM. Untuk meneliti lebih jauh penyebaran batu radiasi ini, para ahli nuklir PBB akan mengungkapnya dalam program khusus.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan Dr.Rao di bawah lautan didasarkan petunjuk Weda, bahwa Kerajaan Dwaraka ditelan laut beberapa saat setelah Bharatayudha usai. Dwaraka, kediaman Sri Krisna, raja yang pegang kendali strategis di perang saudara ini. Dalam kitab suci Hindu, ia merupakan jelmaan Dewa Wisnu, pemelihara perdamaian. Keberadaan Dwaraka dilakukan selama 8 tahun, dan baru jelas setelah dibantu citra satelit NASA. Dari sana ditemukan jejak kerajaan tsb di bawah Teluk Gujarat. Setelah ada petunjuk pasti, akhirnya Dwaraka berhasil ditemukan dalam keadaan hancur digulung gelombang Laut Arab yang cukup dahsyat. Dari hasil investigasi, banyak temuan berharga indikator kehidupan makhluk 15.000 tahun lalu.</p>
<p>Selain tembikar, ada bongkahan batu besar yang diduga benteng dan dinding istana. Batuan dipenuhi ornamen indah, lonceng kuil dari tembaga, jangkar kapal, pot bunga dari keramik, serta uang emas dan tembaga. Penemuan logam ini memperlihatkan kepada kita, peradaban 30.000 – 15.000 tahun lalu sudah tinggi. Tak heran temuan ini mengindikasikan penggunaan senjata pemusnah massal di perang itu. Dari penemuan2 itu, Dr. Michael Creko membukukan laporan dalam 3 buku yang dicetak tahun 2006. Beberapa diantaranya ; Forbidden Archaelogis, The Hidden History of Human Race, dan Human Devolution, yang isinya menentang teori Darwin, tentang evolusi manusia. Dr. Rao dari hasil karyanya memperoleh penghargaan “The World Ship Trust Award” dari PBB atas penemuan siklus kehidupan manusia yang memutus teori Darwin.<br />-sumber :<a href="http://harunjaya33.wordpress.com/" rel="nofollow nofollow" target="_blank">http://harunjaya33.wordpress.com/</a><br /><a href="http://atlantislegend.blogspot.com/" rel="nofollow nofollow" target="_blank">http://atlantislegend.blogspot.com/</a></h6>
<p>Unlike ·  · Follow Post · <a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 5:12pm">17 hours ago</abbr></a> near <a href="http://www.facebook.com/pages/Jakarta-Indonesia/102173726491792">Jakarta</a>
<div>
<ul>
<li><em></em></li>
<li>
<div>
<div>You, <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1209434343">Diba Aris</a>, <a href="http://www.facebook.com/nofire.pahmad">NoFire Lemurian</a> and <a title="See who likes this" href="http://www.facebook.com/browse/likes/?id=322272217822698" rel="dialog">7 others</a> like this.</div>
</div>
</li>
<li>
<ul>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/nofire.pahmad"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/371637_1023504567_922630449_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/nofire.pahmad">NoFire Lemurian</a> bukti bhw era dahulu ribuan thn yg lalu adlh bukan berperadaban primitif tp era peradaban super canggih&#8230;
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322306384485948"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 7:19pm">15 hours ago</abbr></a> via <a href="http://www.facebook.com/mobile/">mobile</a> · Like · <a id="js_2" title="" href="http://www.facebook.com/browse/likes/?id=322306384485948" rel="dialog"><img src="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" alt="" /> 1</a></div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/pebri.andriyansyah"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/41397_100001312044926_66334964_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/pebri.andriyansyah">Pebri Andriyansyah</a> Benar sekali .. Pertanyaan saya kenapa seperti itu?seakan&#8221; pada zaman ini sudah terjadi pada zaman dahulunya ..
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322336887816231"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 8:32pm">14 hours ago</abbr></a> via <a href="http://www.facebook.com/mobile/">mobile</a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/ykaterina1"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372232_1274488184_762962596_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/ykaterina1">ChaTerina Cat</a> justru peradaban zaman dhulu lebih canggih dibanding zaman sekarang,, ck..cckk..
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322384794478107"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 10:28pm">12 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002487240976"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/161254_100002487240976_838576638_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002487240976">Lukman ZN</a> tapi yg namanya hidup kaga beda repotnya mau teknologi maju ato kaga.. manusia diciptakan dalam keadaan bersusah payah
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322386167811303"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 10:31pm">12 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002487240976"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/161254_100002487240976_838576638_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002487240976">Lukman ZN</a> jaringanku ga ga ga.. gap <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322386371144616"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 10:31pm">12 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/nofire.pahmad"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/371637_1023504567_922630449_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/nofire.pahmad">NoFire Lemurian</a> pebri&gt; sejarah slalu berulang, QS. 48:23
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322397977810122"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 11:01pm">11 hours ago</abbr></a> via <a href="http://www.facebook.com/mobile/">mobile</a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/RyanOthoy"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/49943_100001606836501_625990459_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/RyanOthoy">Saia Ryo Ryan</a> Saya percaya,<br />saya juga baca buku yg di terbitkan kang Dicky,<br />mas nofire bnr,sejarah slalu berulang,da d QS. 48:23..<br />Cuma sayang,<br />oleh sekelompok golongan2 tertentu,info/temuan2 seperti ini di sembunyikan &amp; tidak di angkat ke permukaan dgn berbagai alasan..<br />Sehingga secara tidak langsung kita menjadi bodoh &amp; secara tidak langsung kembali ke zaman jahlu (kebodohan),
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322416617808258"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 11:44pm">11 hours ago</abbr></a> via <a href="http://www.facebook.com/mobile/">mobile</a> · Like · <a title="Loading..." href="http://www.facebook.com/browse/likes/?id=322416617808258" rel="dialog"><img src="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" alt="" /> 2</a></div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/totoa"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372134_1156253824_1977645843_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/totoa">Toto Anggraito</a> benarkah QS. 48:23 itu konteksnya menjelaskan berulangnya sejarah tersebut?
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322437881139465"><abbr title="Saturday, March 10, 2012 at 12:32am">10 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/RyanOthoy"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/49943_100001606836501_625990459_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/RyanOthoy">Saia Ryo Ryan</a> Mas toto @ sebagian besar iy,<br />coba cek..
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322439741139279"><abbr title="Saturday, March 10, 2012 at 12:36am">10 hours ago</abbr></a> via <a href="http://www.facebook.com/mobile/">mobile</a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/totoa"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372134_1156253824_1977645843_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/totoa">Toto Anggraito</a> 
<div id="id_4f5acf2faa4389e65922159">kalo nggak salah turunnya ayat ini berkaitan sama perang hudaibiyah ya, menjelaskan perulangan sikap lawan yang menemukan hasil peperangan yang sama dengan pernang2 sebelumnya, itu perulangan sejarang yang percis&#8230;, untuk kontek kerajaan d&#8230;<a>See More</a></div>
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322447474471839"><abbr title="Saturday, March 10, 2012 at 12:54am">9 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1847762625"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/275768_1847762625_5788334_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1847762625">Zen Zudang</a> sy setuju &#8230;tp msh jg bingung dgn sejarah-sejarah yg ada&#8230;selalu berulang, mgkn untuk mengingatkan kita&#8230;..supaya kita tidak melupakan sejarah..
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322466864469900"><abbr title="Saturday, March 10, 2012 at 1:34am">9 hours ago</abbr></a> · Like · <a title="Loading..." href="http://www.facebook.com/browse/likes/?id=322466864469900" rel="dialog"><img src="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" alt="" /> 1</a></div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/d4y47"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/187598_1099371247_7518571_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/d4y47">Ahmad Hidayat</a> missing linknya adalah karena kita diajarkan di skolah dan pengajian bahwa ADHAMA diajarkan langsung oleh ALLAH berupa nama2 benda di alam semesta, dan semua teknologi yg kita punya skr adalah murni ciptaan manusia&#8230;</p>
<p>selama kita masih percaya SANG PENCIPTA kalah pinter ngajarin ADHAMA ama ntu profesor2 ngajarin kita2 bakalan susah percaya jaman dulu jauh lebih high tech daripada jaman skr&#8230; #korbannya darwin
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322574151125838"><abbr title="Saturday, March 10, 2012 at 5:13am">5 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majalahmadina.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majalahmadina.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majalahmadina.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majalahmadina.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majalahmadina.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majalahmadina.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majalahmadina.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majalahmadina.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majalahmadina.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majalahmadina.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majalahmadina.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majalahmadina.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majalahmadina.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majalahmadina.wordpress.com/577/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=577&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/tenggelamnya-kerajaan-kresna-dwaraka-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/371637_1023504567_922630449_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/41397_100001312044926_66334964_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372232_1274488184_762962596_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/161254_100002487240976_838576638_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/161254_100002487240976_838576638_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/371637_1023504567_922630449_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/49943_100001606836501_625990459_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372134_1156253824_1977645843_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/49943_100001606836501_625990459_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372134_1156253824_1977645843_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/275768_1847762625_5788334_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/187598_1099371247_7518571_q.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tenggelamnya Kerajaan Kresna “Dwaraka”</title>
		<link>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/tenggelamnya-kerajaan-kresna-dwaraka/</link>
		<comments>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/tenggelamnya-kerajaan-kresna-dwaraka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 03:51:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Samantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/tenggelamnya-kerajaan-kresna-dwaraka/</guid>
		<description><![CDATA[. Rafie Sagitarius Tenggelamnya Kerajaan Kresna “Dwaraka” Bila membaca judul tulisan ini, saya yakin anda agak ragu, bahkan mungkin tidak percaya. Apa mungkin 15.000 tahun SM, ada perang nuklir dan peradaban manusia sudah demikian tinggi ? Padahal, teknologi nuklir merupakan teknologi hi-tech yang dikerjakan oleh para ahli fisika. Kesalahan kecil yang terjadi pada peralatan atau &#8230; <a href="http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/tenggelamnya-kerajaan-kresna-dwaraka/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=576&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul id="home_stream">
<li id="stream_story_4f5abbb227de41a91510456">
<div>.
<div><a id="js_3" href="http://www.facebook.com/khairudin.fals">Rafie Sagitarius</a></div>
<h6><strong>Tenggelamnya Kerajaan Kresna “Dwaraka”</strong></p>
<p>Bila membaca judul tulisan ini, saya yakin anda agak ragu, bahkan mungkin tidak percaya. Apa mungkin 15.000 tahun SM, ada perang nuklir dan peradaban manusia sudah demikian tinggi ? Padahal, teknologi nuklir merupakan teknologi hi-tech yang dikerjakan oleh para ahli fisika. Kesalahan kecil yang terjadi pada peralatan atau prosesnya dapat menjadi bencana, penebar maut. Seperti kebocoran di reaktor nuklir Chernobyl milik Rusia yang menelan banyak korban jiwa karena radiasi radio aktif.</h6>
<h6><span style="font-size:14px;line-height:19px;"><span id="more-576"></span></span><br />Ada kabar menarik dari arkeolog India. Ditemukan sejumlah bukti yang menunjukkan di India diduga pernah terjadi 2 perang besar yang menggunakan senjata pemusnah massal. Penelitian dilakukan oleh oleh Michael Cremo tahun 2003, arkeolog senior dari AS. Selama 8 tahun, penganut agama Hindu ini meneliti narasumber dari kitab suci Weda dan Jain, yang ditulis pendeta Walmiki, ribuan tahun lalu. Cremo tertarik menginvestigasi dan mendalami 2 kitab suci tsb. Ia menemukan nama2 yang tertera di kitab tsb ada di India. Ditemani tim dan rekannya, Dr.Rao C.S, arkeolog terkemuka India, ia meneliti dengan perangkat canggih “penjejak waktu” ( thermoluminenscence dating method ) untuk setiap obyek. Dengan karbon radio isotop, keakuratan umur objek mampu dijejak hingga miliaran tahun ke belakang. Kitab Weda ternyata bisa menjadi nara sumber akurat, mengungkap kisah2 sebenarnya beribu tahun lalu. Tak semata kitab suci.</p>
<p>Mereka mencoba mengupas isi kisah Mahabarata, dari awal kejadian hingga perang Bharatayudha, ditandai berakhirnya perjalanan keluarga Bharata. Mereka yang berperang, berasal dari keturunan Pandu dan Destrarata, 2 bersaudara. Dr.Rao meneliti bukti2 sejarah di lautan, di teluk Gujarat, untuk mengungkap bukti keberadaan Kerajaan Dwaraka. Istana Sri Krisna, otak penggalang strategis dari pihak Pandawa. Konon, kerajaan ini musnah ditelan gelombang laut tahun 1443 SM, setelah perang Bharatayudha tahun 1478 SM.</p>
<p>Michael Cremo mengadakan penelitian di daratan, diantaranya ; Indraprasta, Hastinapura, dan padang Khurusethra, bekas perang itu terjadi. Seperti diketahui, Indraprasta merupakan tempat bermukim keluarga Pandawa di awal perjuangan merebut Hastina. Khurusethra adalah bekas pertempuran dahsyat keluarga Bharata. Para ahli menemukan banyak bukti yang mengejutkan. Tanah tegalan luas itu ternyata tak ditumbuhi tanaman apa pun, karena tercemar radio aktif. Pada puing2 bangunan atau sisa2 tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo Daro tercemar residu radio aktif yang cukup pekat.</p>
<p>Menurut Dr.Indrajit, ahli termonuklir, hal ini terjadi diduga akibat radiasi ledakan termonuklir skala besar dalam peperangan tersebut. Jelasnya ternukil dalam kalimat Weda yang diterjemahkan bebas seperti ini,”Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana ( wahana mirip mirip terbang ), mendarat di tengah air, lalu mengangkat gendewa dan meluncurkan sebatang anak panah. Semacam senjata mirip rudal/ roket, yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang bersinar terang di atas wilayah musuh. Curahannya seperti hujan lebat yang deras, mengepung musuh dengan kekuatan dahsyat. Setelah panah itu tiba pada sasarannya, dalam sekejap sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk seperti cendawan raksasa merekah di atas wilayah kurawa. Angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup wuuus .. wuuus, disertai debu pasir. Burung2 bercicit panik seolah olah langit runtuh dan bumi gonjang ganjing. Sementara itu di atas langit, matahari seolah-olah bergoyang, panas membara memancarkan udara mengerikan, membuat bumi berguncang, dan gunung2 bergoyang.”</p>
<p>“Di kawasan darat yang luas, binatang2 mati terbakar dan berubah bentuk. Air sungai kering kerontang, ikan, udang dan hewan laut lainnya, semuanya mati. Saat panah ( roket ? ) meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh berjatuhan bagaikan batang pohon yang terbakar hangus. Akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna tsb, tercipta badai api, diikuti ledakan dahsyat yang memancarkan debu beracun ( radio aktif ? ).”</p>
<p>Untuk memperluas dan memperdalam penelitian ini, Unicef dan NASA membantu pemotretan dengan citra lansat satelit. Dari hasil riset dan pemotretan yang difokuskan di hulu sungai Gangga, para arkeolog menemukan banyak sisa puing bangunan yang telah menjadi batu hangus. Batu besar reruntuhan ini ketika dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Ketika dicoba melebur bebatuan tsb, ternyata dibutuhkan suhu minimal 1.800 derajat celcius ! Batu biasa dalam keadaan normal tak mencapai suhu ini. Pada benda2 terkena radiasi nuklir, baru bisa mencapai suhu yang demikian tinggi. Di pedalaman hutan primitif India, peneliti juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus.</p>
<p>Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batu dalam bangunan juga telah dikacalisasi. Para peneliti heran, selain di India, batu radiasi juga ditemukan di bekas Kerajaan Babilonia Kuno, Gurun Sahara dan Gurun Gobi di Mongolia. Bukti reruntuhan perang nuklir prasejarah, derajat radiasi masih terekam meski kejadiannya ribuan tahun SM ( Sebelum Masehi ). Batu kaca pada reruntuhan tsb, semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini. Diduga kuat perang Bharatayudha adalah perang nuklir yang terjadi antara 30.000 – 15.000 SM. Untuk meneliti lebih jauh penyebaran batu radiasi ini, para ahli nuklir PBB akan mengungkapnya dalam program khusus.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan Dr.Rao di bawah lautan didasarkan petunjuk Weda, bahwa Kerajaan Dwaraka ditelan laut beberapa saat setelah Bharatayudha usai. Dwaraka, kediaman Sri Krisna, raja yang pegang kendali strategis di perang saudara ini. Dalam kitab suci Hindu, ia merupakan jelmaan Dewa Wisnu, pemelihara perdamaian. Keberadaan Dwaraka dilakukan selama 8 tahun, dan baru jelas setelah dibantu citra satelit NASA. Dari sana ditemukan jejak kerajaan tsb di bawah Teluk Gujarat. Setelah ada petunjuk pasti, akhirnya Dwaraka berhasil ditemukan dalam keadaan hancur digulung gelombang Laut Arab yang cukup dahsyat. Dari hasil investigasi, banyak temuan berharga indikator kehidupan makhluk 15.000 tahun lalu.</p>
<p>Selain tembikar, ada bongkahan batu besar yang diduga benteng dan dinding istana. Batuan dipenuhi ornamen indah, lonceng kuil dari tembaga, jangkar kapal, pot bunga dari keramik, serta uang emas dan tembaga. Penemuan logam ini memperlihatkan kepada kita, peradaban 30.000 – 15.000 tahun lalu sudah tinggi. Tak heran temuan ini mengindikasikan penggunaan senjata pemusnah massal di perang itu. Dari penemuan2 itu, Dr. Michael Creko membukukan laporan dalam 3 buku yang dicetak tahun 2006. Beberapa diantaranya ; Forbidden Archaelogis, The Hidden History of Human Race, dan Human Devolution, yang isinya menentang teori Darwin, tentang evolusi manusia. Dr. Rao dari hasil karyanya memperoleh penghargaan “The World Ship Trust Award” dari PBB atas penemuan siklus kehidupan manusia yang memutus teori Darwin.<br />-sumber :<a href="http://harunjaya33.wordpress.com/" rel="nofollow nofollow" target="_blank">http://harunjaya33.wordpress.com/</a><br /><a href="http://atlantislegend.blogspot.com/" rel="nofollow nofollow" target="_blank">http://atlantislegend.blogspot.com/</a></h6>
<p>Unlike ·  · Follow Post · <a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 5:12pm">17 hours ago</abbr></a> near <a href="http://www.facebook.com/pages/Jakarta-Indonesia/102173726491792">Jakarta</a>
<div>
<ul>
<li><em></em></li>
<li>
<div>
<div>You, <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1209434343">Diba Aris</a>, <a href="http://www.facebook.com/nofire.pahmad">NoFire Lemurian</a> and <a title="See who likes this" href="http://www.facebook.com/browse/likes/?id=322272217822698" rel="dialog">7 others</a> like this.</div>
</div>
</li>
<li>
<ul>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/nofire.pahmad"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/371637_1023504567_922630449_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/nofire.pahmad">NoFire Lemurian</a> bukti bhw era dahulu ribuan thn yg lalu adlh bukan berperadaban primitif tp era peradaban super canggih&#8230;
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322306384485948"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 7:19pm">15 hours ago</abbr></a> via <a href="http://www.facebook.com/mobile/">mobile</a> · Like · <a id="js_2" title="" href="http://www.facebook.com/browse/likes/?id=322306384485948" rel="dialog"><img src="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" alt="" /> 1</a></div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/pebri.andriyansyah"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/41397_100001312044926_66334964_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/pebri.andriyansyah">Pebri Andriyansyah</a> Benar sekali .. Pertanyaan saya kenapa seperti itu?seakan&#8221; pada zaman ini sudah terjadi pada zaman dahulunya ..
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322336887816231"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 8:32pm">14 hours ago</abbr></a> via <a href="http://www.facebook.com/mobile/">mobile</a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/ykaterina1"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372232_1274488184_762962596_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/ykaterina1">ChaTerina Cat</a> justru peradaban zaman dhulu lebih canggih dibanding zaman sekarang,, ck..cckk..
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322384794478107"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 10:28pm">12 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002487240976"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/161254_100002487240976_838576638_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002487240976">Lukman ZN</a> tapi yg namanya hidup kaga beda repotnya mau teknologi maju ato kaga.. manusia diciptakan dalam keadaan bersusah payah
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322386167811303"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 10:31pm">12 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002487240976"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/161254_100002487240976_838576638_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002487240976">Lukman ZN</a> jaringanku ga ga ga.. gap <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322386371144616"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 10:31pm">12 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/nofire.pahmad"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/371637_1023504567_922630449_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/nofire.pahmad">NoFire Lemurian</a> pebri&gt; sejarah slalu berulang, QS. 48:23
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322397977810122"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 11:01pm">11 hours ago</abbr></a> via <a href="http://www.facebook.com/mobile/">mobile</a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/RyanOthoy"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/49943_100001606836501_625990459_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/RyanOthoy">Saia Ryo Ryan</a> Saya percaya,<br />saya juga baca buku yg di terbitkan kang Dicky,<br />mas nofire bnr,sejarah slalu berulang,da d QS. 48:23..<br />Cuma sayang,<br />oleh sekelompok golongan2 tertentu,info/temuan2 seperti ini di sembunyikan &amp; tidak di angkat ke permukaan dgn berbagai alasan..<br />Sehingga secara tidak langsung kita menjadi bodoh &amp; secara tidak langsung kembali ke zaman jahlu (kebodohan),
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322416617808258"><abbr title="Friday, March 9, 2012 at 11:44pm">11 hours ago</abbr></a> via <a href="http://www.facebook.com/mobile/">mobile</a> · Like · <a title="Loading..." href="http://www.facebook.com/browse/likes/?id=322416617808258" rel="dialog"><img src="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" alt="" /> 2</a></div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/totoa"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372134_1156253824_1977645843_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/totoa">Toto Anggraito</a> benarkah QS. 48:23 itu konteksnya menjelaskan berulangnya sejarah tersebut?
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322437881139465"><abbr title="Saturday, March 10, 2012 at 12:32am">10 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/RyanOthoy"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/49943_100001606836501_625990459_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/RyanOthoy">Saia Ryo Ryan</a> Mas toto @ sebagian besar iy,<br />coba cek..
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322439741139279"><abbr title="Saturday, March 10, 2012 at 12:36am">10 hours ago</abbr></a> via <a href="http://www.facebook.com/mobile/">mobile</a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/totoa"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372134_1156253824_1977645843_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/totoa">Toto Anggraito</a> 
<div id="id_4f5acf2faa4389e65922159">kalo nggak salah turunnya ayat ini berkaitan sama perang hudaibiyah ya, menjelaskan perulangan sikap lawan yang menemukan hasil peperangan yang sama dengan pernang2 sebelumnya, itu perulangan sejarang yang percis&#8230;, untuk kontek kerajaan d&#8230;<a>See More</a></div>
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322447474471839"><abbr title="Saturday, March 10, 2012 at 12:54am">9 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1847762625"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/275768_1847762625_5788334_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1847762625">Zen Zudang</a> sy setuju &#8230;tp msh jg bingung dgn sejarah-sejarah yg ada&#8230;selalu berulang, mgkn untuk mengingatkan kita&#8230;..supaya kita tidak melupakan sejarah..
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322466864469900"><abbr title="Saturday, March 10, 2012 at 1:34am">9 hours ago</abbr></a> · Like · <a title="Loading..." href="http://www.facebook.com/browse/likes/?id=322466864469900" rel="dialog"><img src="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" alt="" /> 1</a></div>
</div>
</div>
</li>
<li>
<div><a href="http://www.facebook.com/d4y47"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/187598_1099371247_7518571_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
</div>
<div><a href="http://www.facebook.com/d4y47">Ahmad Hidayat</a> missing linknya adalah karena kita diajarkan di skolah dan pengajian bahwa ADHAMA diajarkan langsung oleh ALLAH berupa nama2 benda di alam semesta, dan semua teknologi yg kita punya skr adalah murni ciptaan manusia&#8230;</p>
<p>selama kita masih percaya SANG PENCIPTA kalah pinter ngajarin ADHAMA ama ntu profesor2 ngajarin kita2 bakalan susah percaya jaman dulu jauh lebih high tech daripada jaman skr&#8230; #korbannya darwin
<div><a href="http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/322272217822698/?comment_id=322574151125838"><abbr title="Saturday, March 10, 2012 at 5:13am">5 hours ago</abbr></a> · Like</div>
</div>
</div>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majalahmadina.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majalahmadina.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majalahmadina.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majalahmadina.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majalahmadina.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majalahmadina.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majalahmadina.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majalahmadina.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majalahmadina.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majalahmadina.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majalahmadina.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majalahmadina.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majalahmadina.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majalahmadina.wordpress.com/576/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=576&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/tenggelamnya-kerajaan-kresna-dwaraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/371637_1023504567_922630449_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/41397_100001312044926_66334964_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372232_1274488184_762962596_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/161254_100002487240976_838576638_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/161254_100002487240976_838576638_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/371637_1023504567_922630449_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/49943_100001606836501_625990459_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372134_1156253824_1977645843_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/49943_100001606836501_625990459_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372134_1156253824_1977645843_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/275768_1847762625_5788334_q.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yw/r/drP8vlvSl_8.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/187598_1099371247_7518571_q.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>  KH Muchtar &#8230;</title>
		<link>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/kh-muchtar-2/</link>
		<comments>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/kh-muchtar-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 03:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Samantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/kh-muchtar-2/</guid>
		<description><![CDATA[    KH Muchtar Adam   Memahami al-Quran atau Hadis butuh ilmu yg lengkap dan dalam.Satu contoh kata dharaba,sering diartikan hanya memukul,jadi kalau menterjemahkan kata dharaba hanya memukul saja,assosiasinya dengan tongkat atau kayu atau pedang.Jika orang sdh mempelajari &#8220;&#8216;Ilmu al-Wujuh wa al-Nadzair,dia akan menemukan bahwa dharaba kadang berarti memberi,menyampaikan , tetapi orang yg ilmunya segitu-gitunya &#8230; <a href="http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/kh-muchtar-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=575&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul id="home_stream">
<li id="stream_story_4f5abbb227de41a91510456">
<div> </div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/muchtar.adam"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/275333_100000277410396_816046986_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/muchtar.adam">KH Muchtar Adam</a></div>
<div> </div>
<div id="id_4f5abbb23c9823a77156194">Memahami al-Quran atau Hadis butuh ilmu yg lengkap dan dalam.Satu contoh kata dharaba,sering diartikan hanya memukul,jadi kalau menterjemahkan kata dharaba hanya memukul saja,assosiasinya dengan tongkat atau kayu atau pedang.Jika orang sdh mempelajari &#8220;&#8216;Ilmu al-Wujuh wa al-Nadzair,dia akan menemukan bahwa dharaba kadang berarti memberi,menyampaikan , tetapi orang yg ilmunya segitu-gitunya dharaba itu hanya diartikan memukul,jadi Islam itu kejam,apalagi yg menulisnya memang niat jahat.Jadi sahabat-sahabat muslim yg niat baik,belajarlah &#8216;Ilmu al-Wujuh wa al-Nadzair&#8221; nanti akan menemukan kata al-khair pada ayat ini berbeda dg al-khair pada ayat yg lain,al-huda pada ayat ini berbeda dengan ayat yg lain demikian juga al-taqwa.Apalagi kalau sahabat-sahabat naikkan ilmunya pada &#8220;Tarikh al-Lughah&#8221;=Sejarah bahasa akan dpt memperluas pengertian.Seperti syariah atau syariat,dulu begitu anti orang kpd istilah syariat,sekarang non muslim juga membangun bank syariah.Syariah berarti &#8220;air yg banyak dan bersih,mengalir kesatu titik dan membersihkan seluruh kotoran yg dilaluinya.Waktu di Parlemen,hanya 15 % yg pro syariah,85 % anti syariah.Yg paling ditakuti non Muslim jika ummat Islam menegakkan syariat,Mereka lebh takut dari pada ummat Islam sendiri.Kalau syariat ditegakkan seperti air itu.Nil dulu disebut syariat Nil,demikian juga Eufrat Syariat Eufrat.Demikian juga berkah,aslinya dari birkah,artinya kolam air dirumah,yg tenang,tdk pernah kebanjiran,gempa,kebakaran,sehingga rumah tangga yg berkah,negara yg berkah seperti kolam yg tenang&#8230;&#8230;.</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majalahmadina.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majalahmadina.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majalahmadina.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majalahmadina.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majalahmadina.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majalahmadina.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majalahmadina.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majalahmadina.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majalahmadina.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majalahmadina.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majalahmadina.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majalahmadina.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majalahmadina.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majalahmadina.wordpress.com/575/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=575&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/kh-muchtar-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/275333_100000277410396_816046986_q.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>  KH Muchtar &#8230;</title>
		<link>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/kh-muchtar/</link>
		<comments>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/kh-muchtar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 02:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Samantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/kh-muchtar/</guid>
		<description><![CDATA[    KH Muchtar Adam   Memahami al-Quran atau Hadis butuh ilmu yg lengkap dan dalam.Satu contoh kata dharaba,sering diartikan hanya memukul,jadi kalau menterjemahkan kata dharaba hanya memukul saja,assosiasinya dengan tongkat atau kayu atau pedang.Jika orang sdh mempelajari &#8220;&#8216;Ilmu al-Wujuh wa al-Nadzair,dia akan menemukan bahwa dharaba kadang berarti memberi,menyampaikan , tetapi orang yg ilmunya segitu-gitunya &#8230; <a href="http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/kh-muchtar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=574&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul id="home_stream">
<li id="stream_story_4f5abbb227de41a91510456">
<div> </div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/muchtar.adam"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/275333_100000277410396_816046986_q.jpg" alt="" /></a>
<div>
<div> </div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/muchtar.adam">KH Muchtar Adam</a></div>
<div> </div>
<div id="id_4f5abbb23c9823a77156194">Memahami al-Quran atau Hadis butuh ilmu yg lengkap dan dalam.Satu contoh kata dharaba,sering diartikan hanya memukul,jadi kalau menterjemahkan kata dharaba hanya memukul saja,assosiasinya dengan tongkat atau kayu atau pedang.Jika orang sdh mempelajari &#8220;&#8216;Ilmu al-Wujuh wa al-Nadzair,dia akan menemukan bahwa dharaba kadang berarti memberi,menyampaikan , tetapi orang yg ilmunya segitu-gitunya dharaba itu hanya diartikan memukul,jadi Islam itu kejam,apalagi yg menulisnya memang niat jahat.Jadi sahabat-sahabat muslim yg niat baik,belajarlah &#8216;Ilmu al-Wujuh wa al-Nadzair&#8221; nanti akan menemukan kata al-khair pada ayat ini berbeda dg al-khair pada ayat yg lain,al-huda pada ayat ini berbeda dengan ayat yg lain demikian juga al-taqwa.Apalagi kalau sahabat-sahabat naikkan ilmunya pada &#8220;Tarikh al-Lughah&#8221;=Sejarah bahasa akan dpt memperluas pengertian.Seperti syariah atau syariat,dulu begitu anti orang kpd istilah syariat,sekarang non muslim juga membangun bank syariah.Syariah berarti &#8220;air yg banyak dan bersih,mengalir kesatu titik dan membersihkan seluruh kotoran yg dilaluinya.Waktu di Parlemen,hanya 15 % yg pro syariah,85 % anti syariah.Yg paling ditakuti non Muslim jika ummat Islam menegakkan syariat,Mereka lebh takut dari pada ummat Islam sendiri.Kalau syariat ditegakkan seperti air itu.Nil dulu disebut syariat Nil,demikian juga Eufrat Syariat Eufrat.Demikian juga berkah,aslinya dari birkah,artinya kolam air dirumah,yg tenang,tdk pernah kebanjiran,gempa,kebakaran,sehingga rumah tangga yg berkah,negara yg berkah seperti kolam yg tenang&#8230;&#8230;.</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majalahmadina.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majalahmadina.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majalahmadina.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majalahmadina.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majalahmadina.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majalahmadina.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majalahmadina.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majalahmadina.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majalahmadina.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majalahmadina.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majalahmadina.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majalahmadina.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majalahmadina.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majalahmadina.wordpress.com/574/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=574&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/10/kh-muchtar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/275333_100000277410396_816046986_q.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Soal Temuan Piramida di berbagai negara itu</title>
		<link>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/02/soal-temuan-piramida-di-berbagai-negara-itu/</link>
		<comments>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/02/soal-temuan-piramida-di-berbagai-negara-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 02:15:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Samantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/02/soal-temuan-piramida-di-berbagai-negara-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Bro, fyi Dear Temansss.. Pernah denger gocip ttg dugaan adanya piramid di Bandung? hihihi.. (Gunung Lalakon di Desa Jelegong, Kab. Bandung) Pasti banyak yg ketawa mendengarnya. Di Bandung ada piramid?? Yg ngetop di Bandung mah somay dan factory outlet. huaahahahaa.. Eiiittss, jgn skeptis dulu doongg, hehee.. Dulu thn 1945 juga org sedunia ketawa ngeliat foto yg dijepret pilot Perang Dunia II (AS vs &#8230; <a href="http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/02/soal-temuan-piramida-di-berbagai-negara-itu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=573&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bro, fyi</p>
<div id="yui_3_2_0_1_1330653037096184" lang="EN-US">
<div id="yui_3_2_0_1_1330653037096181">
<p>Dear Temansss.. Pernah denger gocip ttg dugaan adanya piramid di Bandung? hihihi..</p>
<p><em><img class="alignleft" src="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&amp;pid=8&amp;fid=Inbox&amp;inline=1&amp;appid=YahooMailNeoCL" alt="" width="354" height="266" /></em><br /><em>(Gunung Lalakon di Desa Jelegong, Kab. Bandung)</em></p>
<p id="yui_3_2_0_1_1330653037096178">Pasti banyak yg ketawa mendengarnya. Di Bandung ada piramid?? Yg ngetop di Bandung mah somay dan factory outlet. huaahahahaa.. Eiiittss, jgn skeptis dulu doongg, hehee..</p>
<p>Dulu thn 1945 juga org sedunia ketawa ngeliat foto yg dijepret pilot Perang Dunia II (AS vs Jepang) yg nyasar dan motret piramid di China. Orang bilang itu hoax.<em><br /></em><br />Ternyataaa.. ampe skrng ketemu 100+ piramid di China. Beda sama di Mesir yg ketutupan tanah gurun yg kering, di China piramidnya ketutupan tanaman spt bukit.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&amp;pid=6&amp;fid=Inbox&amp;inline=1&amp;appid=YahooMailNeoCL" alt="" width="420" height="234" /><br /><em>(ada ratusan piramid di China)</em></p>
<p>Ketika tersirar kabar adanya dugaan piramid di Bosnia, dunia juga mentertawakannya. Bahkan Wikipedia menuduh temuan itu sbg hoax, dan menghina penemunya sbg “orang yg mengada-ada”.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&amp;pid=9&amp;fid=Inbox&amp;inline=1&amp;appid=YahooMailNeoCL" alt="cid:image012.jpg@01CCF38E.C21678E0" width="411" height="210" /><br /><em>(dugaan piramid di Bosnia)</em></p>
<p>Wikipedia menghina temuan itu dgn tulisan: “I thought it was a very funny joke. I just couldn&#8217;t believe that anyone in the world could believe this”. Penemu situs Bosnia itu,Dr. Semir Osmanagich, dikatain “arkeolog amatir”.</p>
<p>Setelah ramai diberitakan thn 2005-2006, tiba2 media-media ternama internasional kompak berhenti beritain perkembangan piramida Bosnia. Sehingga, orang pikir, emang bener hoax. Mungkin emg bener gunung alam.</p>
<p>Padahaaal, Osmaganich terus menggali dgn dana sendiri. Lembaga2 internasional sptnya kompak ngk mau danain penelitian yg mahal itu. Dan hasilnya, jelas sekalee bhw itu bukan benda alam melainkan buatan manusia.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&amp;pid=5&amp;fid=Inbox&amp;inline=1&amp;appid=YahooMailNeoCL" alt="" width="374" height="281" /><br /><em>(hasil galian piramid Bosnia. Mana mungkin benda alam kayak gitu?)</em></p>
<p>Hasil carbon dating menunjukkan bhw bangunan itu dibuat sekitar 12,000 thn lalu. Sebelum Mencairnya Jaman Es, alias peristiwa Banjir Besar Nuh. Makin laah temuan itu ditutup2in sama media internasional.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&amp;pid=12&amp;fid=Inbox&amp;inline=1&amp;appid=YahooMailNeoCL" alt="" width="385" height="290" /><br /><em>(batuan besar buatan manusia di balik “gunung” piramid Bosnia)</em></p>
<p>Kenapa media dan organisasi internasional nutup2in temuan itu? Hmmm.. mereka memang ngk suka dgn fenomena yg ngk bisa mereka jelaskan. Sebab, kalo sampe terbukti, maka sejarah peradaban manusia harus direvisi ulang, hahahahaa..</p>
<p><img class="alignleft" src="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&amp;pid=4&amp;fid=Inbox&amp;inline=1&amp;appid=YahooMailNeoCL" alt="cid:image020.jpg@01CCF38E.C21678E0" width="320" height="258" /><br /><em>(ada ratusan batu bulet raksasa di sekitar piramid Bosnia)</em></p>
<p>Siapa yg bikin megalithikum itu? Lost Civilization? Yang mana? </p>
<p>Berarti, sesuai ilmu geologi &amp; astronomi, piramid Mesir juga dibuat 12,000 thn lalu dong? Berarti, bukan dibikin sama Fir’aun dong? Berarti, udh ada peradaban maju jauh sebelum Mesopotamia 6,000 thn lalu dong? Berarti, sejarah peradaban hrs direvisi semua dong? wakakakakak..</p>
<p>Makanyaaa.. mending ditutup2in aja deeh biar umat sedunia gak pada ribut. Boikot pendanaan internasional, supaya arkeolog Bosnia yg tidak kaya itu bangkrut dan brenti sendiri ngegali, hehehee.. Jahat yaa? “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely”.</p>
<p>Begitu juga dugaan piramid di Bandung. Organisasi internasional mana mau peduli? Untung ada sekelompok LSM bernama <strong>Turangga Seta</strong> yg semangat menggali dugaan piramid itu.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&amp;pid=3&amp;fid=Inbox&amp;inline=1&amp;appid=YahooMailNeoCL" alt="cid:image027.jpg@01CCF38E.C21678E0" width="377" height="218" /><br /><em>(LSM Turangga Seta dan Gunung “piramid” Lalakon, Bandung)</em></p>
<p>Mulai ditemukan konfigurasi pondasi batuan yg bersambungan, membentuk sudut 30<sup>0</sup> . Hmmm.. mungkinkah buatan manusia? </p>
<p><img class="alignleft" src="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&amp;pid=11&amp;fid=Inbox&amp;inline=1&amp;appid=YahooMailNeoCL" alt="" width="322" height="242" /><br /><em>(proses penggalian Gunung Lalakon Bandung, 14-16 Maret 2011)</em></p>
<p>Uji Geolistrik dilakukan bln September 2011. Interpretasinya: susunan batu yg terangkat akibat kegiatan vulkanik alami, biasanya ngk beraturan dan ngk membentuk layer2 sistematik spt itu.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&amp;pid=10&amp;fid=Inbox&amp;inline=1&amp;appid=YahooMailNeoCL" alt="" width="362" height="138" /><br /><em>(hasil uji geolistrik dgn menggunakan peralatan Super Sting R8)<br /></em><br />Juga ditemukan batu2 bulet besar spt di Bosnia, dua di antaranya ada tapak kaki manusia.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&amp;pid=7&amp;fid=Inbox&amp;inline=1&amp;appid=YahooMailNeoCL" alt="" width="332" height="250" /></p>
<p>Yg jelas butuh dana sangat besar utk menggali dan memastikan apakah itu gunung alam atau piramid tersembunyi. Yaaahh masih lama deeehh, hihihi..</p>
<p>Apapun hasilnya, kita patut acungi jempol pada kelompok Turangga Seta itu. Haree genee.. masih ada org2 yg mau mengorbankan kebutuhan materi, nyisihin wkt utkkegiatan kemanusiaan yg mngkn berguna bagi nusa dan bangsa, meski blm tentu berhasil.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&amp;pid=2&amp;fid=Inbox&amp;inline=1&amp;appid=YahooMailNeoCL" alt="cid:image013.jpg@01CCF3B1.0B8135C0" width="363" height="265" /><br /><em>(Sang Saka Merah Putih dikibarkan sblm proses penggalian Gunung Lalakon)<br /></em><br />Okeh temansss.. Met liburan wiken bersama keluarga yaa.. Barangkali ada yg mau plesir ke Bandung? Nonton piramid sambil makan somay &amp; borong factory outlet. huaahahahaa.. teteeeeepp..</p>
<p>Cheers,<br />- Boss Darling</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majalahmadina.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majalahmadina.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majalahmadina.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majalahmadina.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majalahmadina.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majalahmadina.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majalahmadina.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majalahmadina.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majalahmadina.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majalahmadina.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majalahmadina.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majalahmadina.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majalahmadina.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majalahmadina.wordpress.com/573/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=573&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahmadina.wordpress.com/2012/03/02/soal-temuan-piramida-di-berbagai-negara-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&#38;pid=8&#38;fid=Inbox&#38;inline=1&#38;appid=YahooMailNeoCL" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&#38;pid=6&#38;fid=Inbox&#38;inline=1&#38;appid=YahooMailNeoCL" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&#38;pid=9&#38;fid=Inbox&#38;inline=1&#38;appid=YahooMailNeoCL" medium="image">
			<media:title type="html">cid:image012.jpg@01CCF38E.C21678E0</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&#38;pid=5&#38;fid=Inbox&#38;inline=1&#38;appid=YahooMailNeoCL" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&#38;pid=12&#38;fid=Inbox&#38;inline=1&#38;appid=YahooMailNeoCL" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&#38;pid=4&#38;fid=Inbox&#38;inline=1&#38;appid=YahooMailNeoCL" medium="image">
			<media:title type="html">cid:image020.jpg@01CCF38E.C21678E0</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&#38;pid=3&#38;fid=Inbox&#38;inline=1&#38;appid=YahooMailNeoCL" medium="image">
			<media:title type="html">cid:image027.jpg@01CCF38E.C21678E0</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&#38;pid=11&#38;fid=Inbox&#38;inline=1&#38;appid=YahooMailNeoCL" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&#38;pid=10&#38;fid=Inbox&#38;inline=1&#38;appid=YahooMailNeoCL" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&#38;pid=7&#38;fid=Inbox&#38;inline=1&#38;appid=YahooMailNeoCL" medium="image" />

		<media:content url="http://us.f1900.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f124311279%5fAOeQCmoAADgiT0%2bIdwORJ1mXHPQ&#38;pid=2&#38;fid=Inbox&#38;inline=1&#38;appid=YahooMailNeoCL" medium="image">
			<media:title type="html">cid:image013.jpg@01CCF3B1.0B8135C0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa Farid Gaban</title>
		<link>http://majalahmadina.wordpress.com/2011/03/29/ekspedisi-zamrud-khatulistiwa-farid-gaban/</link>
		<comments>http://majalahmadina.wordpress.com/2011/03/29/ekspedisi-zamrud-khatulistiwa-farid-gaban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 02:53:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Samantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahmadina.wordpress.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Jurnalisme, Menyuarakan yang Tak Bersuara Posted by Ken Miryam Vivekananda Fadlil Featured, Kasatmata Friday, March 11th, 2011 Rute Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Gambar: www.zamrud-khatulistiwa.or.id.&#160; “Selama ekspedisi ini, kami tidak pernah menemui satu orang pejabat pun. Menurut kami, petani dan nelayan adalah sumber berita, bukan pejabat. Lagi pula, ruh perjalanan ini adalah jurnalisme, to give voice to &#8230; <a href="http://majalahmadina.wordpress.com/2011/03/29/ekspedisi-zamrud-khatulistiwa-farid-gaban/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=564&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/9iPDK4LoKqE?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/HpKRsNqGrXk?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<h1>Jurnalisme, Menyuarakan yang Tak Bersuara</h1>
<p>Posted by <a title="Posts by Ken Miryam Vivekananda Fadlil" href="http://www.lenteratimur.com/author/ken-miryam-vivekananda-fadlil/">Ken Miryam Vivekananda Fadlil</a> <a title="View all posts in Featured" rel="category tag" href="http://www.lenteratimur.com/category/featured/">Featured</a>, <a title="View all posts in Kasatmata" rel="category tag" href="http://www.lenteratimur.com/category/kasatmata/">Kasatmata</a> Friday, March 11th, 2011</p>
<div id="attachment_4306"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Peta-Jalur.jpg"><img title="Rute Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Peta-Jalur.jpg" alt="" width="584" height="355" /></a>Rute Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Gambar: www.zamrud-khatulistiwa.or.id.&nbsp;</p>
</div>
<p>“Selama ekspedisi ini, kami tidak pernah menemui satu orang pejabat  pun. Menurut kami, petani dan nelayan adalah sumber berita, bukan  pejabat. Lagi pula, ruh perjalanan ini adalah jurnalisme, <em>to give voice to the voiceless</em> (menyuarakan yang tak bersuara-red).”</p>
<p><span id="more-564"></span></p>
<p>Malam itu, Selasa (8/3), di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen  Jakarta, cerita demi cerita mengalir lancar dari Farid Gaban. Ia tak  sendiri. Ada Ahmad Yunus di dekatnya. Keduanya jurnalis yang berasal  dari bentang generasi berbeda. Yunus, pemuda asal Bandung, Jawa Barat,  lahir pada awal 1980-an, sementara Farid lahir dua puluh tahun  sebelumnya, di lereng Gunung Sindoro, Jawa Tengah.</p>
<p>Dari pertengahan 2009 setakat pertengahan 2010, keduanya mengarungi  10 ribu kilometer lebih perjalanan keliling Kepulauan Indonesia dengan  menggunakan dua sepeda motor. 80 pulau mereka sambangi; menembus  Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara, Bali, dan  kembali ke Jawa tempat mereka berdomisili. Mungkin ini setara dengan  jarak antara Inggris hingga Iran atau Afghanistan.</p>
<p>Jika dalam rentang Inggris hingga Iran itu ada nampak kemajuan  Perancis, Jerman, Austria, Swiss, Italia, atau Turki, apa yang dilihat  dan disampaikan Farid dan Yunus bak bumi dan langit. Kabar yang  terlontar tak melulu berupa molek gemulainya alam, pohon yang menyiur,  ombak yang berdesir, tetapi juga kabar-kabar tak menyenangkan untuk  didengar.</p>
<p>“Memang tak semua cerita indah. Tapi inilah Indonesia yang apa adanya. Indonesia yang sederhana,” ujar Farid.</p>
<p>Melalui pemutaran video dokumenter perjalanan keduanya yang berdurasi  45 menit, yang dipandu oleh penyiar stasiun televisi Jakarta, Metro TV,  Najwa Shihab, kabar tak sedap teruntai dimana-mana di luar Jakarta.  Mereka menjadi saksi atas kemiskinan, keterisoliran, dan ketidakpedulian  yang terasa mengental pada pulau-pulau itu. Pulau-pulau yang  termarjinalkan.</p>
<p>Farid memaparkan contohnya kala berada di Taman Nasional Kutai. Saat  itu, mereka harus memasuki hutan selama delapan jam hanya untuk mencari  orang utan. Sedemikian lama mencari, tak kunjung mereka temukan. Kondisi  pembalakan hutan di Kutai telah membuat orang utan kehilangan hutannya  (saksikan film etnomusikal <a href="http://www.lenteratimur.com/hutanku-meratap/" target="_blank"><em>Hutanku Meratap</em></a>).</p>
<div id="attachment_4311"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Hutan-Kalimantan-Timur.jpg"><img title="Hutan di Kalimantan Timur" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Hutan-Kalimantan-Timur.jpg" alt="" width="596" height="231" /></a>Hutan di Kalimantan Timur. Foto: LenteraTimur.com/TM. Dhani Iqbal.&nbsp;</p>
</div>
<p>Selain itu, contoh lain yang dikemukakan Farid adalah betapa tidak  dikelolanya kekayaan alam di Mentawai, Sumatera Barat. Ia menyayangkan  tidak adanya perguruan tinggi untuk mengkaji biologi atau kajian tentang  keanekaragaman endemik di Mentawai.</p>
<p>“Banyak sekali berita yang belum dieksplorasi oleh kita sendiri,” kata Farid seperti menyesalkan.</p>
<p>Terkait dengan begitu kayanya kisah yang semestinya dapat  disampaikan, Yunus menyayangkan segala keterbatasan yang mereka miliki.</p>
<p>“Kami sebenarnya ingin sekali dapat masuk ke pedalaman, namun seringkali waktu kami dibatasi dengan jadwal kapal,” keluh Yunus.</p>
<p>Ambruknya kehidupan sosial di banyak daerah namun tak banyak  diberitakan lantas memberikan refleksi bahwa media massa selama ini  terlalu dekat dengan kekuasaan, namun luput memberitakan kabar-kabar  dari masyarakat. Hal inilah yang dikoreksi oleh Farid dan Yunus dalam  ekspedisi mereka mengelilingi Indonesia.</p>
<p>“Perjalanan ini adalah perjalanan jurnalistik. Dulu, saya lebih  banyak meliput dunia internasional dibanding meliput tanah air sendiri.  Saya merasa tidak mengenal Indonesia. Ini salah satu alasan yang  mendorong saya untuk melakukan ekspedisi ini,” aku Farid.</p>
<p>Hal ini diamini juga oleh Yunus.</p>
<p>“Indonesia ini terlalu luas. Selama ini kita hanya seolah-olah saling  mengenal antara pulau satu dengan pulau lain, padahal tidak.”</p>
<p>Dalam tulisan Farid di situs ekspedisi ini,  www.zamrud-khatulistiwa.or.id, memang tertulis suatu asas jurnalisme  yang mereka anut.</p>
<p>“Jurnalisme, bagi kami, punya kewajiban menyuarakan orang-orang yang  tak bersuara atau mereka yang suaranya jarang didengar. Tapi, dalam  media massa kita, berita cenderung secara keliru hanya didefinisikan  sebagai suara pejabat atau politisi. Mereka sudah terlalu banyak  disuarakan. Sementara, suara orang kebanyakan, petani atau nelayan,  apalagi di pulau-pulau terpencil, jarang sekali terdengar.”</p>
<div id="attachment_4308"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Berpisah-di-Cirebon-Akhir-dari-Perjalanan.jpg"><img title="Ahmad Yunus dan Farid Gaban" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Berpisah-di-Cirebon-Akhir-dari-Perjalanan.jpg" alt="" width="558" height="418" /></a>Ahmad Yunus (kiri) dan Farid Gaban menelusuri Indonesia dengan sepeda motor. Foto: www.zamrud-khatulistiwa.or.id.&nbsp;</p>
</div>
<p>Farid dan Yunus relatif bukan pemain baru di dunia jurnalistik.  Selama 25 tahun Farid berkarir dalam dunia wartawan, ia pernah bekerja  di sejumlah media Jakarta, diantaranya Majalah Tempo dan Republika. Jam  terbangnya dibuktikan saat meliput Perang Bosnia pada 1992, runtuhnya  Tembok Berlin pada 1989, pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 1988,  serta ditambah pula dengan anugerah <em>fellowship</em> yang  diperolehnya dari The Asia Foundation, USA, 1988. Sementara, rekan  perjalanannya, Yunus, adalah seorang wartawan muda yang pernah  berkecimpung di sejumlah media massa, diantaranya di sindikasi berita  Pantau di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>“Usai perjalanan ini, saya mendapati bahwa saya ternyata tidak tahu  apa-apa tentang Indonesia. Saya rasa, semakin banyak kita tahu tentang  suatu tempat, semakin kita tidak tahu apa-apa,” ujar Farid pelan.</p>
<p><strong>I</strong><strong>nspirasi</strong><br />
Inspirasi untuk melakukan perjalanan menelusuri kawasan Indonesia bukan  muncul begitu saja. Dalam situs www.zamrud-khatulistiwa.or.id, tertulis  bahwa inspirasi terbesar dan terkuat untuk ekspedisi ini datang dari dua  buku, yakni <em>The Malay Archipelago</em> (yang oleh penerbit Indonesia, entah kenapa, diterjemahkan menjadi Kepulauan Nusantara) karya Alfred Russel Wallace (1896) dan <em>Mengejar Pelangi Di Balik Gelombang</em> (2004) karya Fazham Fadlil.</p>
<p>“Seperti McCandless dalam <em>Into The Wild</em>, Fazham Fadlil  mencampakkan kehidupan nyaman dua puluh tahun di New York (Amerika  Serikat), untuk kembali ke kampung halamannya, di Kepulauan Riau,  menggunakan kapal layar kecil melintasi Samudera Pasifik. Sendirian  saja… Perasaan iri akan kefasihan Wallace dalam reportasenya tentang  alam-manusia Nusantara, serta simpati kami pada rasa frustrasi  Christopher McCandless akan modernitas semu, kepekaan sosial Che  Guevara, dan kegilaan Fazham Fadlil yang menggumpal menjadi satu  motivasi besar bagi kami untuk berangkat, melupakan sejenak  ketakutan-ketakutan yang mungkin akan kami hadapi di perjalanan,”  demikian tulis Farid di situs tersebut.</p>
<p><strong>Perjalanan</strong><br />
Ekspedisi keliling Indonesia yang dilakukan oleh Farid Gaban dan Ahmad  Yunus didokumentasikan melalui video berdurasi 45 menit, yang  dimampatkan dari total durasi tujuh puluh jam. Video yang diproduksi  oleh Watchdoc dan didukung oleh banyak pihak ini menampilkan suatu  perjalanan demikian sederhana, namun mampu menyampaikan sesuatu yang  demikian kaya.</p>
<p>Dalam melakukan penelusuran Indonesia ini, Farid dan Yunus didukung  oleh dua sponsor, setelah sebelumnya mencoba mendekati puluhan calon  sponsor lainnya.</p>
<p>“Selama ekspedisi ini, jika dirata-rata, setiap hari saya dan Yunus  menghabiskan sekitar 200 ribu rupiah sehari. Selama sepuluh bulan,  terhitung dengan pembelian peralatan pendukung, ekspedisi kami ini  menghabiskan 350 juta rupiah,” ungkapFarid.</p>
<p>Saat berada di Kalimantan, keduanya sempat kehabisan uang. Alhasil,  ekspedisi mereka juga terpaksa tertunda di tengah-tengah selama dua  bulan.</p>
<p>“Saya masih ingat betul. Saya harus pinjam uang dua juta ke Dandhy  untuk ongkos pesawat pulang,” kenang Farid sambil tertawa. Dandhy adalah  produser Watchdoc.</p>
<p>Demi alasan biaya pulalah ternyata mereka memilih sepeda motor  sederhana, Honda Win 100 cc yang dibeli bekas, sebagai kendaraan  ekspedisi.</p>
<p>“Sepeda motor Yunus buatan 2005, sementara yang saya kendarai lima  tahun lebih tua umurnya dari itu. Motor kami kalah cepat dari  sepeda-sepeda motor bebek 125 cc yang banyak beredar di pasaran. Tapi,  memang bukan kecepatan yang kami cari, tapi ketangguhan,” jelas Farid.</p>
<p>Dalam film dokumenter yang diputar, tergambar betapa roda kedua  sepeda motor tua mereka memang tangguh melintasi aspal, jalan berbatu,  berlumpur, serta sungai, juga bukit-bukit tinggi.</p>
<div id="attachment_4315"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Yunus-Menulis-di-Geladak-Kapal-Kelas-Ekonomi.jpg"><img title="Ahmad Yunus Menulis di Geladak Kapal Kelas Ekonomi" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Yunus-Menulis-di-Geladak-Kapal-Kelas-Ekonomi-300x199.jpg" alt="" width="370" height="245" /></a>Ahmad Yunus Menulis di geladak kapal kelas ekonomi. Foto: www.zamrud-khatulistiwa.or.id.&nbsp;</p>
</div>
<p>Tampak jelas pula kedua lelaki ini berganti turun naik kapal rotan,  kapal feri penyeberangan, kapal kayu angkutan antarpulau, kapal  pengangkut sayur, kapal perintis swasta yang disubsidi negara untuk  melayani rute ke pulau-pulau terpencil, dan juga kapal besar milik PT.  Pelabuhan Indonesia yang mengangkut ratusan orang.</p>
<p>Petualangan Farid dan Yunus mengantar mereka bermalam di  kampung-kampung nelayan dan petani, serta beberapa kali berkemah di  hutan pinggir pantai.</p>
<p>Gambar Farid dan Yunus yang mesti tidur berhari-hari di geladak,  bawah tangga, di sekoci, di atas tumpukan rotan atau di atas timbunan  karung jagung, atau di samping ikan hasil tangkapan, mengundang  ketakziman akan upaya mereka dalam mewartakan suatu informasi dari ranah  yang sepi. Apalagi, risiko yang mereka tanggung cukuplah tinggi.</p>
<p>“Kami berjalan tanpa beban apa-apa. Semua sudah kami pasrahkan,” ucap Yunus sambil mengangkat tangannya ke arah langit.</p>
<p>Selama perjalanan, keduanya menganggap bahwa para penghuni pulau,  siapa pun, tidak berbeda dengan mereka. Sama-sama manusia. Yang mereka  coba lakukan hanyalah melebur dengan masyarakat. Mereka tanggalkan  identitas kewartawanan dengan tidak menjadi siapa-siapa. Rupanya, memang  dengan cara demikianlah mereka berhasil mendapat cerita yang lebih  banyak dan lebih jujur.</p>
<p>Untuk menuliskan banyak kabar tersebut, kedisiplinan menjadi kunci.  Usai melakukan peliputan di suatu tempat atau wawancara, proses  penulisan harus segera dilakukan. Tak boleh ditunda-tunda.</p>
<p>“Tantangan terbesar dalam ekspedisi ini adalah ketika harus segera  menulis. Selesai melakukan perjalanan, kita harus langsung  mendokumentasikan. Untuk itu, satu-satunya jalan adalah harus disiplin  untuk segera menulis, tidak boleh menunda. Tantangan lainnya lagi adalah  mencari hal-hal menarik dari setiap pulau.”</p>
<p>Menurut Farid, Yunus memiliki kelebihan dalam hal ini. Ia teruji  dapat menulis dalam kondisi apapun, bahkan di tengah keramaian. Yunus  dapat menulis di atas kapal, di benteng, dan dimana saja.</p>
<p>“Setiap selesai satu perjalanan, kita langsung <em>upload</em> foto  di facebook. Dari sanalah kita mendapatkan reaksi. Reaksi inilah yang  kemudian menyemangati kami untuk terus menceritakan lebih banyak, lagi,  dan lagi,” tutur Farid.</p>
<p>Beberapa kisah perjalanan mereka juga dipublikasikan langsung oleh  beberapa media. Sebut saja situs Berita Lingkungan dan juga sebuah radio  di Brisbane, Australia.</p>
<p>“Kami juga mendapat masukan tentang lokasi mana yang sebaiknya  dikunjungi atas saran teman-teman di facebook. Saya pikir ini adalah  ekspedisi pertama yang dilakukan secara interaktif,” tutur Farid.</p>
<div id="attachment_4322"><a href="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Motor-Zamrud-Khatulistiwa-saat-Menyeberang-ke-Tarakan.jpg"><img title="Motor Zamrud Khatulistiwa" src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Motor-Zamrud-Khatulistiwa-saat-Menyeberang-ke-Tarakan.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a>Motor Zamrud Khatulistiwa saat Menyeberang ke Tarakan. Foto: www.zamrud-khatulistiwa.or.id.&nbsp;</p>
</div>
<p>Dengan bantuan tim pendukung ekspedisi ini, seluruh hasil liputan  Farid dan Yunus yang telah terdokumentasikan di website menjadi  karya  jurnalistik yang dapat digunakan oleh siapa pun, tanpa kecuali. Syarat  penggunaannya hanya satu; mencantumkan nama dan sumber. Farid menyatakan  bahwa tidak ada hak cipta (<em>copyright</em>) untuk seluruh hasil ekspedisi ini. Semua digratiskan untuk digunakan oleh masyarakat.</p>
<p>“Semua bisa menyebarluaskan. Kami tidak mencari uang dari hasil  ekspedisi ini. Kami yakin kami bisa menghasilkan uang dari sisi yang  lain. Biar miskin, tapi sombong,” kelakar Farid yang disambut gelak tawa  dan riuh tepuk tangan para undangan yang hadir malam itu.</p>
<p>Masing-masing dari keduanya juga akan menerbitkan buku sebagai hasil  reportase dari ekspedisi ini. Harapannya, perjalanan mereka mampu  menginspirasi perjalanan-perjalanan yang dilakukan kaum muda Indonesia  lainnya untuk mengabarkan tentang Indonesia, yang kaya raya sekaligus  rusak di sana sini.</p>
<div>VN:F [1.9.6_1107]</div>
<div>
<div>
<div id="article_loader_4305">
<div>
<div>please wait&#8230;</div>
</div>
</div>
</div>
<div>
<div id="gdr_text_a4305">Rating: 3.7/<strong>5</strong> (3 votes cast)</div>
</div>
</div>
<div>VN:F [1.9.6_1107]</div>
<div>
<div>
<div id="gdsr_thumb_text_4305_a">Rating: <strong>+3</strong> (from 3 votes)</div>
</div>
</div>
<p>Jurnalisme, Menyuarakan yang Tak Bersuara, 3.7 out of 5 based on 3 ratings</p>
<p><small><strong>Short URL</strong>: http://www.lenteratimur.com/?p=4305</small></p>
<div>
<p><a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://www.lenteratimur.com/jurnalisme-menyuarakan-yang-tak-bersuara/&amp;title=Jurnalisme,%20Menyuarakan%20yang%20Tak%20Bersuara"><img src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/digg.png" alt="" /></a> <a href="http://del.icio.us/post?url=http://www.lenteratimur.com/jurnalisme-menyuarakan-yang-tak-bersuara/&amp;title=Jurnalisme,%20Menyuarakan%20yang%20Tak%20Bersuara"><img src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/delicious.png" alt="" /></a> <a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.lenteratimur.com/jurnalisme-menyuarakan-yang-tak-bersuara/&amp;t=Jurnalisme,%20Menyuarakan%20yang%20Tak%20Bersuara"><img src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/facebook.png" alt="" /></a> <a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http://www.lenteratimur.com/jurnalisme-menyuarakan-yang-tak-bersuara/&amp;title=Jurnalisme,%20Menyuarakan%20yang%20Tak%20Bersuara"><img src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/googlebookmark.png" alt="" /></a> <a href="http://sphinn.com/submit.php?url=http://www.lenteratimur.com/jurnalisme-menyuarakan-yang-tak-bersuara/&amp;title=Jurnalisme,%20Menyuarakan%20yang%20Tak%20Bersuara"><img src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/sphinn.gif" alt="" /></a> <a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://www.lenteratimur.com/jurnalisme-menyuarakan-yang-tak-bersuara/&amp;title=Jurnalisme,%20Menyuarakan%20yang%20Tak%20Bersuara"><img src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/stumbleupon.png" alt="" /></a> <a href="http://technorati.com/faves?add=http://www.lenteratimur.com/jurnalisme-menyuarakan-yang-tak-bersuara/"><img src="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/technorati.png" alt="" /></a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majalahmadina.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majalahmadina.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majalahmadina.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majalahmadina.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majalahmadina.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majalahmadina.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majalahmadina.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majalahmadina.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majalahmadina.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majalahmadina.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majalahmadina.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majalahmadina.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majalahmadina.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majalahmadina.wordpress.com/564/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=564&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahmadina.wordpress.com/2011/03/29/ekspedisi-zamrud-khatulistiwa-farid-gaban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Peta-Jalur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rute Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Hutan-Kalimantan-Timur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hutan di Kalimantan Timur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Berpisah-di-Cirebon-Akhir-dari-Perjalanan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Yunus dan Farid Gaban</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Yunus-Menulis-di-Geladak-Kapal-Kelas-Ekonomi-300x199.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Yunus Menulis di Geladak Kapal Kelas Ekonomi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/uploads/2011/03/Motor-Zamrud-Khatulistiwa-saat-Menyeberang-ke-Tarakan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Motor Zamrud Khatulistiwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/digg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/delicious.png" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/facebook.png" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/googlebookmark.png" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/sphinn.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/stumbleupon.png" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lenteratimur.com/wp-content/themes/lenteratimur/images/technorati.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Mekkah sudah di Hati</title>
		<link>http://majalahmadina.wordpress.com/2009/11/12/ketika-mekkah-sudah-di-hati/</link>
		<comments>http://majalahmadina.wordpress.com/2009/11/12/ketika-mekkah-sudah-di-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 06:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Samantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita hangat]]></category>
		<category><![CDATA[IKLAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahmadina.wordpress.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Catatan FB oleh Hikmat Darmawan Rindu Mekkah, rindu Ka’bah, adalah rindu rumah bagi jiwa. Umat Islam setidaknya punya waktu lima kali sehari buat berjumpa Allah, di mana pun mereka berada. Tapi, selalu tersisa tanya: kapankah kita bisa menjumpai Allah di rumah-Nya? Ka’bah di Mekkah, kita tahu, adalah bangunan tua berbentuk kubus berjubah hitam. Ukurannya 11,03 &#8230; <a href="http://majalahmadina.wordpress.com/2009/11/12/ketika-mekkah-sudah-di-hati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=553&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan FB oleh Hikmat Darmawan</p>
<p>Rindu Mekkah, rindu Ka’bah, adalah rindu rumah bagi jiwa. Umat Islam setidaknya punya waktu lima kali sehari buat berjumpa Allah, di mana pun mereka berada. Tapi, selalu tersisa tanya: kapankah kita bisa menjumpai Allah di rumah-Nya?</p>
<p><img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs115.snc3/16262_1245663816307_1070757592_790688_7173189_n.jpg" alt="" width="604" height="375" /><br />
<img title="More..." src="http://ahmadsamantho.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p><span id="more-553"></span></p>
<p>Ka’bah di Mekkah, kita tahu, adalah bangunan tua berbentuk kubus berjubah hitam. Ukurannya 11,03 m kali 12,62 m, dan tinggi 13,10 m. Pada saat Nabi Ibrahim dan puteranya, Nabi Ismail, pertama kali ke Mekkah, bangunan itu sudah ada sejak lama, dan mereka memugarnya, menyempurnakannya sebagai perlambang rumah Allah.</p>
<p>Pada zaman Nabi Muhammad pun, saat ia berusia kira-kira 30 dan belum jadi Nabi, Ka’bah harus dipugar lagi, gara-gara banjir bandang yang melanda pada tahun 600 Masehi. Kita tahu, waktu itu ada perselisihan antarsuku tentang siapa yang berhak meletakkan batu Hajar Aswad. Muhammad pun memberi solusi: semua kepala suku memboyong batu itu ke tempatnya. Peristiwa ini menaikkan pamor Muhammad di mata penduduk Mekkah, sebagai pemuda yang berhasil mencegah pertumpahan darah yang serius di Mekkah.</p>
<p>Banyak peristiwa silih berganti di sekitar Ka’bah, bahkan terhadap Ka’bah sendiri. Kejadian-kejadian bersejarah berupa perang, peralihan kekuasaan, bencana, yang beberapa kali bahkan sempat menghancurkan bangunan Ka’bah sendiri. Namun semua itu hanyalah memperkokoh sosok bangunan Ka’bah sebagai bangunan suci, kiblat salat umat Islam seluruh dunia sepanjang masa.</p>
<p>Bagaimana Ka’bah tak dirindu. Bukan saja ia perlambang rumah Allah. Setiap kita salat, di mana pun kita di planet ini, kita harus menghadap ke arahnya. Terbayang saat kita menutup mata, bangunan bersahaja itu. Kita ruku’, lalu sujud, dengan harap jiwa kita melesat ke rumah Allah, bertandang sejenak, mengobrol atau berhadap-hadapan dengan Sang Khalik, sumber jiwa kita. Kalau sudah begitu, rasanya akan afdhal hidup kita jika secara fisik pun kita ke sana, ke Mekkah, setidaknya sekali saja sebelum kita wafat.</p>
<p>Demikianlah kita paham, betapa rindu membuncah ketika penyair Sutardji Calzoum Bachrie naik haji dan menuliskan puisi Berdepan-depan Dengan Kabah. Ia menulis: Memang engkaulah tamu, engkaulah tuan rumah itu. Inilah rumah dirimu. Nah, mulai kini benahi lagi dirimu! O tamu dirimu, o jiwa batinmu. Roh yang lapar yang haus, ingin mereguk berpuluh-puluh shalat, mengunyah beratus doa! Jamulah dia. Ikuti maunya! Ingin berkitar-kitar tawaf, ingin bergegas bolak-balik Safa Marwah. O jiwa yang resah, kembalilah engkau kepada Tuhanmu.</p>
<p>Kita pun mengerti, mengapa Imam Hambali sampai rela jadi kuli pembawa barang, untuk menutupi biaya hajinya. Atau Ibn Abbas tak menyesali dunia yang terlewat baginya, tapi menyesali mengapa ia tak pernah pergi haji berjalan kaki. Naik haji, dan segala perjalanan sulit serta rindu yang menyertainya, adalah perjalanan menyucikan jiwa, sebuah fase perjalanan pulang jiwa kita sebelum jiwa kita terbang meninggalkan dunia ini selamanya.</p>
<p>Kalau Mekkah sudah di hati, maka segala aral rintangan yang menghalangi hanya akan menambah mutu niatan kita pergi ke tanah suci. Kalaupun akhirnya perjalanan itu tak kesampaian, karena Haji memang “rukun Islam bagi yang mampu”, jiwa kita telah menapaki penyucian itu. Seperti kata Emak dalam film Emak Ingin Naik Haji, “Emak yakin… hati Emak sudah lama ada di sana…”<br />
<img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs115.snc3/16262_1245663816307_1070757592_790688_7173189_n.jpg" alt="" width="604" height="375" /><br />
Kalau Mekkah sudah di hati, hati kita pun akan tiba di Mekkah.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majalahmadina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majalahmadina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majalahmadina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majalahmadina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majalahmadina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majalahmadina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majalahmadina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majalahmadina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majalahmadina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majalahmadina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majalahmadina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majalahmadina.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majalahmadina.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majalahmadina.wordpress.com/553/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=553&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahmadina.wordpress.com/2009/11/12/ketika-mekkah-sudah-di-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs115.snc3/16262_1245663816307_1070757592_790688_7173189_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ahmadsamantho.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs115.snc3/16262_1245663816307_1070757592_790688_7173189_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SEGERA TAYANG DI BIOSKOP, Film: Emak Ingin Naik Haji,</title>
		<link>http://majalahmadina.wordpress.com/2009/10/05/segera-tayang-di-bioskop-film-emak-ingin-naik-haji/</link>
		<comments>http://majalahmadina.wordpress.com/2009/10/05/segera-tayang-di-bioskop-film-emak-ingin-naik-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 07:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Samantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahmadina.wordpress.com/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[TESTIMONI &#38; KOMENTAR PARA TOKOH SETELAH MENOTON FILM &#8220;EMAK INGIN NAIK HAJI&#8221; :   silahkan Klik: http://www.youtube.com/watch?v=vKrWi4mYUPA&#38;feature=related http://www.youtube.com/watch?v=OUqwTwPc-TY&#38;NR=1 November mendatang, ibu-ibu Indonesia akan mendapat kado istimewa berupa film bertajuk Emak Ingin Naik Haji. Memang, film ini tak hanya patut ditonton oleh kaum hawa, namun, film keluarga ini juga layak disaksikan oleh seluruh anggota keluarga. Mizan &#8230; <a href="http://majalahmadina.wordpress.com/2009/10/05/segera-tayang-di-bioskop-film-emak-ingin-naik-haji/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=518&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:20px;text-align:left;margin:0;padding:0 0 10px;"><a rel="attachment wp-att-537" href="http://majalahmadina.wordpress.com/2009/10/05/segera-tayang-di-bioskop-film-emak-ingin-naik-haji/flyer-enh-p-besar-1/"><img class="aligncenter size-full wp-image-537" title="FLYER ENH p besar (1)" src="http://majalahmadina.files.wordpress.com/2009/10/flyer-enh-p-besar-1.jpg?w=750" alt="FLYER ENH p besar (1)"   /></a></p>
<p style="line-height:20px;text-align:left;margin:0;padding:0 0 10px;">TESTIMONI &amp; KOMENTAR PARA TOKOH SETELAH MENOTON FILM &#8220;EMAK INGIN NAIK HAJI&#8221; :   silahkan Klik:</p>
<p style="line-height:20px;text-align:left;margin:0;padding:0 0 10px;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=vKrWi4mYUPA&amp;feature=related">http://www.youtube.com/watch?v=vKrWi4mYUPA&amp;feature=related</a></p>
<p style="line-height:20px;text-align:left;margin:0;padding:0 0 10px;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=OUqwTwPc-TY&amp;NR=1">http://www.youtube.com/watch?v=OUqwTwPc-TY&amp;NR=1</a></p>
<p style="line-height:20px;text-align:left;margin:0;padding:0 0 10px;"><span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/OUqwTwPc-TY?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span></p>
<p style="line-height:20px;text-align:left;margin:0;padding:0 0 10px;">
<p style="line-height:20px;text-align:left;margin:0;padding:0 0 10px;">
<p style="line-height:20px;text-align:left;margin:0;padding:0 0 10px;"><a rel="attachment wp-att-548" href="http://majalahmadina.wordpress.com/2009/10/05/segera-tayang-di-bioskop-film-emak-ingin-naik-haji/poster-emak/"><img class="aligncenter size-full wp-image-548" title="poster emak" src="http://majalahmadina.files.wordpress.com/2009/10/poster-emak.jpg?w=750" alt="poster emak"   /></a></p>
<p style="line-height:20px;text-align:left;margin:0;padding:0 0 10px;">
<p style="text-align:left;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://mediaislam.oaseadwan.info/wp-content/uploads/2009/10/emak_naik_haji_2.jpg"><img src="http://mediaislam.oaseadwan.info/wp-content/uploads/2009/10/emak_naik_haji_2.jpg" alt="Buku Kumpulan cerpen Asma Nadia: Emak Ingin Naik Haji" width="218" height="320" /></a>November mendatang, ibu-ibu Indonesia akan mendapat kado istimewa berupa film bertajuk Emak Ingin Naik Haji. Memang, film ini tak hanya patut ditonton oleh kaum hawa, namun, film keluarga ini juga layak disaksikan oleh seluruh anggota keluarga.</dt>
<dt class="wp-caption-dt"><span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/YfLtQnsk7R0?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span></dt>
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;">
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;">Mizan Productions yang sukses menghadirkan Laskar Pelangi dan Garuda di Dadaku bekerja sama dengan Smaradhana Pro meluncurkan Emak Ingin Naik Haji, sebuah film drama religi yang mengangkat berbagai nilai kehidupan: kegigihan, ketulusan, kasih sayang, semangat berbagi, berserah diri, dan berbagai nilai indah lainnya yang mungkin saja terlupakan oleh sebagian besar dari kita.</p>
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;"><span id="more-518"></span></p>
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;">
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;"><img class="alignleft" src="http://penamedan.files.wordpress.com/2009/08/mak1.jpg?w=100&#038;h=150&#038;h=150" alt="http://penamedan.files.wordpress.com/2009/08/mak1.jpg?w=100&#038;h=150&#038;h=150" width="100" height="150" /></p>
<p>Emak Ingin Naik Haji bercerita tentang Emak, seorang wanita paruh baya yang dengan gigih berusaha untuk dapat mewujudkan impiannya, yaitu pergi ke tanah suci Mekah untuk menunaikan haji. Kehidupan Emak sehari-hari hanya bergantung pada hasil jualan kue yang dititipkan di warung atau pesanan orang. Kalau beruntung, ada juga sedikit tambahan uang dari Zein, anak Emak satu-satunya yang berjualan lukisan keliling hasil karyanya sendiri</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">Walaupun Emak tahu bahwa naik haji adalah salah satu hal yang mungkin sulit diraih, tetapi Emak tidak putus asa, dia tetap mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk disetorkan ke tabungan haji di bank. Zein, yang melihat kegigihan Emak tersebut, juga berusaha dengan berbagai cara untuk dapat mewujudkan keinginan Emak. Apakah ada jalan bagi Emak agar keinginannya terwujud?</div>
<p><img class="alignleft" src="http://penamedan.files.wordpress.com/2009/08/mak3.jpg?w=150&#038;h=94&#038;h=94" alt="http://penamedan.files.wordpress.com/2009/08/mak3.jpg?w=150&#038;h=94&#038;h=94" width="150" height="94" /></p>
<p>Kelanjutan cerita ini dapat kita saksikan saat film Emak Ingin Naik Haji ini dirilis di bioskop pada 12 November mendatang.</p>
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;">Emak Ingin Naik Haji digarap oleh Aditya Gumay yang mengadaptasi sebuah cerpen berjudul sama yang ditulis oleh Asma Nadia pada 2007. Aditya mengakui, saat pertama kali membaca cerpen tersebut, ia tak kuasa menitikkan air mata dan ingin mewujudkannya dalam layar lebar. Ia pun kemudian bekerja sama dengan Adenin Adlan untuk menggarap skenario Emak Ingin Naik Haji hingga rampung pada Januari 2008.</p>
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;">Beberapa artis senior terlibat dalam film Emak Ingin Naik Haji. Sebut saja, Aty Kanser yang berperan sebagai Emak, Didi Petet, Niniek L. Karim, Henidar Amroe, Cut Memey, dan Reza Rahardian yang populer setelah berakting dalam film Perempuan Berkalung Sorban.</p>
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/object3/132/56/n231486370022_5400.jpg" alt="http://profile.ak.fbcdn.net/object3/132/56/n231486370022_5400.jpg" width="200" height="333" /></p>
<p>Meski dibuat dengan biaya minim, produser Emak Ingin Naik Haji, Putut Widjanarko, meyakinkan bahwa film ini tak kalah berkualitas dengan dua film sebelumnya yang sukses diluncurkan Mizan Productions. Keunggulan Emak Ingin Naik Haji adalah tema sosial yang mengangkat kehidupan sehari-hari masyarakat. Lebih khususnya, Emak Ingin Naik Haji menyentil fenomena sosial keluarga muslim yang hidup berkecukupan dan dapat berkali-kali naik haji sementara banyak keluarga muslim lain yang tak mampu menunaikan rukun Islam kelima tersebut atau harus bersusah payah menabung bertahun-tahun untuk mewujudkan impiannya pergi haji.</p>
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;">Emak adalah representasi dari kelompok masyarakat yang sangat merindukan Mekah, tetapi karena persoalan finansial, maka pergi haji menjadi sebuah hal yang sangat jauh di awang-awang. Sementara Juragan Haji, yang diperankan oleh Didi Petet, bersama keluarganya dengan penuh kemudahan dapat melakukan ibadah haji dan umroh kapan saja mereka inginkan. Adapula Pak Joko, yang memaksakan diri untuk pergi haji karena ingin memamerkan titel hajinya untuk meraup suara pada pemilihan umum.</p>
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;">Aty Kanser yang berperan sebagai Emak di film ini mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam film tersebut adalah karena ingin menyemarakkan syiar Islam. “Kalau bukan karena syiar mah, Emak nggak mau ikutan,” ujar Emak Aty Kanser yang kerap berperan sebagai seorang ibu yang tabah.</p>
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;">Sementara itu, Reza Rahardian, yang berperan sebagai Zein, mengatakan bahwa film Emak Ingin Naik Haji adalah kado untuk ibunda tercintanya. Film ini juga mengasah kepiawaian Reza dalam memerankan Zein. Untuk mendalami karakter Zein, Reza mengakui bahwa ia sampai harus bermalam di rumah yang menjadi lokasi rumahnya dalam film. “Saya harus tinggal, menetap, tidur, mandi di lokasi tersebut bahkan setelah semua kru, sutradara sudah pulang semua,” ujar Reza. Reza menambahkan, film Emak Ingin Naik Haji adalah film luar biasa yang membuatnya yakin untuk berperan sebagai Zein saat pertama kali membaca skenarionya.</p>
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;">Aditya Gumay, yang juga bertindak sebagai sutradara, mengakui bahwa saat ini, tim produksi sedang sibuk melakukan shooting di beberapa wilayah di Jakarta dan sekitar pulau Jawa. Bagi Aditya, shooting yang masih berjalan ini banyak mendapatkan kemudahan. Sama seperti penuturannya dalam milis FLP Sumut, Aditya mengungkapkan beberapa kemudahan dalam proses shooting. Salah satunya, ketika kru kesulitan untuk mendapatkan lokasi shooting yang bisa menggambarkan keadaan yang sesuai dengan cerita. Sebuah rumah kumuh milik Emak yang bersebelahan dengan rumah mewah tempat sang juragan haji. Kemudahan tiba-tiba saja muncul ketika salah satu orang tua murid di sanggarnya (Sanggar Ananda, red), menawarkan rumah besar dan rumah kontrakan miliknya. Walhasil, kru pun langsung bergerak mendandani rumah kontrakan itu agar semirip mungkin dengan gambaran dalam cerpen.</p>
<p style="line-height:20px;margin:0;padding:0 0 10px;">Meski tak menargetkan dengan angka, co-producer Emak Ingin Naik Haji, Gangsar Sukrisno, menegaskan bahwa film Emak Ingin Naik Haji adalah film keluarga, sebuah drama religi yang layak dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Film ini pun ibarat oase di tengah padang pasir film bertema cinta yang marak di layar lebar. Kehadiran film ini pun ikut menyemarakkan film bertema religi yang mulai mendapat tempat di masyarakat akhir-akhir ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majalahmadina.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majalahmadina.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majalahmadina.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majalahmadina.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majalahmadina.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majalahmadina.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majalahmadina.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majalahmadina.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majalahmadina.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majalahmadina.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majalahmadina.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majalahmadina.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majalahmadina.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majalahmadina.wordpress.com/518/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majalahmadina.wordpress.com&amp;blog=7995407&amp;post=518&amp;subd=majalahmadina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahmadina.wordpress.com/2009/10/05/segera-tayang-di-bioskop-film-emak-ingin-naik-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majalahmadina.files.wordpress.com/2009/10/flyer-enh-p-besar-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FLYER ENH p besar (1)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majalahmadina.files.wordpress.com/2009/10/poster-emak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">poster emak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mediaislam.oaseadwan.info/wp-content/uploads/2009/10/emak_naik_haji_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Buku Kumpulan cerpen Asma Nadia: Emak Ingin Naik Haji</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penamedan.files.wordpress.com/2009/08/mak1.jpg?w=100&#38;h=150" medium="image">
			<media:title type="html">http://penamedan.files.wordpress.com/2009/08/mak1.jpg?w=100&#38;h=150</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penamedan.files.wordpress.com/2009/08/mak3.jpg?w=150&#38;h=94" medium="image">
			<media:title type="html">http://penamedan.files.wordpress.com/2009/08/mak3.jpg?w=150&#38;h=94</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.fbcdn.net/object3/132/56/n231486370022_5400.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://profile.ak.fbcdn.net/object3/132/56/n231486370022_5400.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
