Sebuah catatan dari acara Ramadhan bersama Rumi
Topik: Perspektif universal: Islam Inklusif – Esensi Agama*
Pembicara: Kautsar Azhari Noer
Seorang pemurah hati memberikan sekeping dirham [mata uang logam]
kepada empat orang pelancong.
Salah seorang dari mereka, yaitu orang Persia berkata: “Dengan uang ini,
saya akan membeli angur (anggur).”
Orang kedua adalah orang Arab; ia berkata: “Tidak, saya akan membeli
‘inab (anggur), bukan angur.”
Orang ketiga adalah orang Turki; ia berkata: “Uang ini adalah milik saya.
Saya tidak ingin membeli ‘inab, saya ingin membeli üzüm (anggur).”
Orang keempat adalah orang Yunani; ia berkata: “Hentikan percakapan ini.
Saya ingin membeli istafil (anggur).”
Orang-orang itu mulai bertengkar satu sama lain,
Karena mereka tidak mengetahui arti dari nama-nama itu.
Dalam ketololan mereka, mereka baku hantam satu sama lain.
Mereka sama sekali berada dalam kedunguan dan ketidaktahuan.
Jika ada seorang guru esoterik, yaitu seorang manusia terpuji dan
menguasai banyak bahasa, Ia akan menenteramkan mereka.
Dan lalu ia berkata: “Dengan dirham ini saya akan memberi semua kalian
apa yang kalian inginkan.” (Mathnawi)

(lagi…)