Catatan FB oleh Hikmat Darmawan

Rindu Mekkah, rindu Ka’bah, adalah rindu rumah bagi jiwa. Umat Islam setidaknya punya waktu lima kali sehari buat berjumpa Allah, di mana pun mereka berada. Tapi, selalu tersisa tanya: kapankah kita bisa menjumpai Allah di rumah-Nya?


(lagi…)

FLYER ENH p besar (1)

TESTIMONI & KOMENTAR PARA TOKOH SETELAH MENOTON FILM “EMAK INGIN NAIK HAJI” :   silahkan Klik:

http://www.youtube.com/watch?v=vKrWi4mYUPA&feature=related

http://www.youtube.com/watch?v=OUqwTwPc-TY&NR=1

poster emak

Buku Kumpulan cerpen Asma Nadia: Emak Ingin Naik HajiNovember mendatang, ibu-ibu Indonesia akan mendapat kado istimewa berupa film bertajuk Emak Ingin Naik Haji. Memang, film ini tak hanya patut ditonton oleh kaum hawa, namun, film keluarga ini juga layak disaksikan oleh seluruh anggota keluarga.

Mizan Productions yang sukses menghadirkan Laskar Pelangi dan Garuda di Dadaku bekerja sama dengan Smaradhana Pro meluncurkan Emak Ingin Naik Haji, sebuah film drama religi yang mengangkat berbagai nilai kehidupan: kegigihan, ketulusan, kasih sayang, semangat berbagi, berserah diri, dan berbagai nilai indah lainnya yang mungkin saja terlupakan oleh sebagian besar dari kita.

(lagi…)

Mulai Oktober 2009, Madina Akan Ditiadakan dari Muka Bumi

Anda pergi ke penjual-penjual koran, tabloid dan majalah di pinggir jalan, atau malah di toko buku, apakah sering Anda memperhatikan jenis tabloid dan majalah yang mereka jual?

Kalau menurut pengamatan saya, paling banyak adalah tabloid dan majalah selebriti dan gosip. Isinya adalah bentuk cetak dari seluruh acara entertaintment news yang mengisi acara televisi dari pagi, kalau bukan subuh, sampai malam.

(lagi…)


Komaruddin Hidayat

Hidup ini bagaikan festival. Dan semua festival pasti ada akhirnya. Pesertanya tampak warna-warni. Bertemu orang dengan warna kulit, bahasa, budaya, agama dan cita-cita yang berbeda-beda, semuanya berada dalam panggung kehidupan yang meramaikan planet bumi.  Setiap orang akan mengambil peran. Ada yang mungkin merasa cocok dan menyenangkan dengan lakon yang diperankan, tapi banyak juga yang merasa tidak nyaman dan tersiksa. Apakah peran itu sebuah takdir yang tak dapat dirubah, atau terbuka peluang untuk mencipta peran baru, pertanyaan ini selalu saja menarik diperbincangkan.

(lagi…)

Beredar majalah Madina terbaru edisi September 2009:

sampul september 3

Madina No. 20, Edisi September

Pembaca Madina yang budiman, September ini kami kembali menyapa Anda untuk yang terakhir kalinya.

Kedatangan Islam ke Nusantara memberi warna baru bagi kekayaan lokal. Itu terjadi karena ada dialog, peleburan, dan saling terima di antara keduanya. Di tanah Minang, misalnya terkenal istilah  adat basandi Syarak (adat bersendi Syariat). Atau di Betawi, lazim bagi anak mudanya untuk bisa salat dan silat. Begitu juga di tempat-tempat lain.
(lagi…)

ISLAM AGAMA CINTA

Haidar Bagir

Suatu kali, lebih dari setengah abad lalu, seorang dosen-perempuan muda berkebangsaan Jerman mengajar tentang filsafat agama di sebuah universitas di Turki. Mungkin dengan sikap agak “sok tahu seorang orientalis” di hadapan mahasiswa-mahasiswa di sebuah negeri Muslim “yang belum terlalu maju”, dia berkisah tentang teori Rudolf Otto – seorang pemikir agama terkemuka dan penulis Ideas of the Holy — mengenai adanya dua situasi pertemuan manusia dengan Tuhannya.

(lagi…)

Selasa, 25/08/2009 04:43 WIB
Sastrawan Radhar Panca Dahana Terima Kuntowijoyo Award 2009
Irwan Nugroho – detikNews

Jakarta – Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana terpilih sebagai penerima Kuntowijoyo Award 2009. Ini juga merupakan anugerah Kuntowijoyo Award untuk tahun pertama.

“Kuntowijoyo Award adalah sebuah ikhtiar untuk menularkan dan menghidupkan semangat yang telah ditunjukkan oleh Kuntowijoyo almarhum,” kata Penanggungjawab Penganugerahan Kuntowijoyo Award, Putut Widjanarko, dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (24/8/2009).

(lagi…)

Sebuah catatan dari acara Ramadhan bersama Rumi
Topik: Perspektif universal: Islam Inklusif – Esensi Agama*
Pembicara: Kautsar Azhari Noer

Seorang pemurah hati memberikan sekeping dirham [mata uang logam]
kepada empat orang pelancong.
Salah seorang dari mereka, yaitu orang Persia berkata: “Dengan uang ini,
saya akan membeli angur (anggur).”
Orang kedua adalah orang Arab; ia berkata: “Tidak, saya akan membeli
‘inab (anggur), bukan angur.”
Orang ketiga adalah orang Turki; ia berkata: “Uang ini adalah milik saya.
Saya tidak ingin membeli ‘inab, saya ingin membeli üzüm (anggur).”
Orang keempat adalah orang Yunani; ia berkata: “Hentikan percakapan ini.
Saya ingin membeli istafil (anggur).”
Orang-orang itu mulai bertengkar satu sama lain,
Karena mereka tidak mengetahui arti dari nama-nama itu.
Dalam ketololan mereka, mereka baku hantam satu sama lain.
Mereka sama sekali berada dalam kedunguan dan ketidaktahuan.
Jika ada seorang guru esoterik, yaitu seorang manusia terpuji dan
menguasai banyak bahasa, Ia akan menenteramkan mereka.
Dan lalu ia berkata: “Dengan dirham ini saya akan memberi semua kalian
apa yang kalian inginkan.”
(Mathnawi)


(lagi…)

Halaman Berikutnya »